Wawasan Anti Narkoba, jelaskan Kerugian Indonesia

Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:48       Dibaca 16 kali


Samarinda (inmas – kwl). Untuk memperkuat wawasan anti narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Timur gelar acara Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Kanwil Kemenag Kaltim, Kamis (12/10). hadirkan beserta dari beberapa instansi, acara mengahadirkan Kepala BNN Brigjen Raja Hariono, SH. M.Hum serta Kakanwil Kemenag Kaltim Drs. H. Saifi, M. Pd.

Bapak Saifi, memberikan apresiasi acara yang bekerja sama dengan aintansi pemerintah dan swasta tersebut. Ia berharap nantinya para penyuluh agama dapat memberikan penyuluhan anti narkoba kepada jamaahnya. “Kalau bisa disispkan dalam materi khutbah,” katanya.

Senada dengan Kakanwil, Bapak Hariono meminta semua komponen bergerak bersama untuk memberantas anti narkoba. “Saat ini Kalimantan Timur menjadi peringkat ke 3 sebagai pengguna narkotika,” ungkapnya.

Baru-baru ini berita di media, ada seorang ibu-ibu dibantu oleh keluarganya mau menjadi kurir jual narkotika. “katanya untuk menghidupi keluarganya, dan dia dikasih upah 50 ribu,” tambah Bapak Hariono.

Indonesia ini menjadi ladang bagi jaringan narkoba Internasional. Karena penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta, ada 7 juta pengguna. Berarti 2,5 persen dari jumlah penduduk.

Akibat dari banyaknya pengguna narkoba, Indonesia mengalami kerugian yang cukup besar. “baik dari jiwa maupun dari sisi ekonomi,” tegas Bapak Hariono.

Hampir setiap hari 50 orang meninggal akibat narkoba. Kalau dalam setahun sampai 15 ribu orang. “ini sadis melebihi dari korban perang,” jelas Bapak Hariono.

Dari sisi ekonomi, lanjut Bapak Hariono, transaksi jual beli narkoba dalam setahun mencapai 63 triliun lebih. Ini kalau buat bangun infrastruktur dan menyejahterakan rakyat sangat bisa. Kalau untuk bangun gedung perkantoran maka akan mendapatkan gedung yang cukup banyak dan megah.

“Ini bisnis ilegal, dilarang dan haram, yang sangat merugikan negara,” tegas Bapak Hariono.

Kalau ada yang terkena narkoba silahkan lapor kepada kami. Akan kami bantu. Tidak semuanya orang yang terkena narkoba akan diproses hukum. “Bahkan kalau berdiam saja terus tertangkap maka akan diproses hukum, karena itu segera melapor” sarannya.

Biasanya yang terkena narkoba itu mereka yang berusia antara 10 sampai 59 tahun. Sedangkan pengguna terbanyak antara usia 20 sampai 34 tahun. “Awasi anak dan keluarga Bapak dan Ibu,” kata Bapak Hariono kepada para peserta.

Adapun para peserta yang dilibatkan dalam acara ini adalah dari Kementerian Agama, Dispora, DPMPD dan Pertamina. (sim).


Baca Juga

Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:48

Tasyakuran HUT Kota Bontang, Kasi PHU Pimpin Do'a


Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:48

Kemenag Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang


Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:48

Beratnya Sanksi Penyalahguna Narkotika


Berita Terpopuler

Senin, 02 Oktober 2017 | 15:13

Persiapan Tim Bola Voli Kankemenag Paser