Tiga Ribu Santri Penuhi Masjid Agung Lantunkan Zikir dan Shalawat

Selasa, 24 Oktober 2017 | 08:15       Dibaca 109 kali


Penajam Paser Utara (Inmas) - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati pada setiap tanggal 22 Oktober disambut dengan meriah. Menyemarakkan HSN dengan beragam kegiatan yang melibatkan santri, pimpinan pesantren, kiai, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.

Rangkaian peringatan hari santri nasional tahun 2017 di Kabupaten Penajam Paser Utara diisi dengan kegiatan pengajian akbar menghadirkan santri dan santriwati dari berbagai lembaga pendidikan sekolah/madrasah dan pondok pesantren. Kegiatan yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Penajam Paser Utara ini dilaksanakan di Masjid Agung Al-Ikhlas Penajam Paser Utara, Senin (23/10) berlangsung pagi hingga berakhir tengah hari.

Hadir dalam kegiatan yang diikuti sekira tiga ribu santri ini dihadiri oleh Sekdakab PPU H. Tohar mewakili Bupati Penajam Paser Utara. Tampak pula hadir Kepala Kantor Kemenag PPU, perwakilan Polres PPU, Kodim 0913/PPU, Ketua MUI PPU, PCNU PPU. Hadir para pimpinan ponpes, para guru PAI yang tergabung dalam wadah MGMP serta majlis-majlis wanita.

Ketua panitia Hj. Jumaisyah yang juga Kasi Pakis Kemenag PPU menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh santri yang hadir diacara tersebut. Ucapan terima kasih ia sampaikan juga kepada seluruh guru PAI baik disekolah umum dan madrasah.

Hj.Jumaisyah katakan hari santri tidak hanya diperingati oleh santri di Penajam Paser Utara, tapi juga dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia. Penetapan hari santri adalah wujud pengakuan juga penghargaan negara kepada kaum santri atas kiprahnya menjaga dan merawat NKRI, ucap Jumaisyah.

Kepala Kemenag PPU H. Maslekhan dalam sambutan singkatnya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan, meski dirinya beberapa hari cuti lapornya kepada Sekda namun kegiatan ini dinilai dapat terlaksana dan berjalan baik. Kakankemenag meminta kepada santri untuk bisa memaknai kegiatan yang dilangsungkan hari ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.

Sementara itu Sekda H. Tohar sedikit mengurai cikal dari peringatan hari santri. Hari santri didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober 2015, ucap Sekda.

Sekda katakan dimanapun santri berada, pastilah ia orang yang cintanya ke tanah air luar biasa, tidak ada santri yang tidak cinta kepada tanah airnya.

Pada kesempatan tersebut Sekda H.Tohar menyampaikan beberapa pesan-pesan khusus kepada para santri. Dan memintanya untuk menuliskannya dimasing-masing sekolah agar dapat memaknai kegiatan hari ini. Untuk memahami esensi hari santri kita harus kilas balik hingga lahirnya peraturan presiden.

Saat ini lanjut Tohar kita tidak lagi berada dizaman pergolakan, tetapi kita berada dinegara yang sudah merdeka, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan sesuai dengan proporsi kita masing-masing. Proporsi masing-masing yang dimaksud adalah seperti jika menjadi seorang guru menjadilah guru yang menyampaikan ilmunya secara baik dan benar.

Jika sebagai santri lanjut Sekda siapkan fisik dan mental untuk menerima ilmu pengetahuan dari para guru. Inilah salah satu wujud mengisi kemerdekaan. Wujud lainnya adalah kita semua harus berpijak pada tanah air, oleh karenanya santri harus memahami hal tersebut, pinta Sekda.

Puncak acara dilanjutkan dengan pembacaan zikir oleh ketua MUI H. Juhdi Panani yang diikuti oleh seluruh hadirin, dilanjutkan pembacaan shalawat nabi dan ditutup doa oleh ketua PCNU PPU ust. H. Syamsul Hadi Yusuf. (basz)

 


Baca Juga

Selasa, 24 Oktober 2017 | 08:15

Seksi Pakis Gelar Zikir dan Doa Jelang UN


Selasa, 24 Oktober 2017 | 08:15

Seksi Pakis Kemenag Gelar Zikir dan Doa Jelang UN


Selasa, 24 Oktober 2017 | 08:15

Seksi Pakis Serahkan Master Soal USBN PAI


Berita Terpopuler