H. Fahmi: Perlu Aplikasi Terintegrasi Tiga Lembaga

Rabu, 08 November 2017 | 09:45       Dibaca 26 kali


Kutai Kartanegara (Inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kukar, Drs. H. Fahmi, MM membuka secara resmi acara Evaluasi Pengelolaan PNBP dengan agenda Bahsul Masaail Legalitas Kependudukan dalam Pernikahan, Kamis (2/11). Acara ini digelar di aula kemenag dan dihadiri oleh para kepala KUA dan penghulu se Kukar.

Hadir sebagai narasumber Kabid Bimas Islam KAnwil, Drs.H.A. Nabhan, Kasi Kepenghuluan Kanwil H.A Johan Marpaung, S.Ag dan Sekretaris Disdukcapil, H. Hardiansyah. 

Tema ini diangkat mengingat banyaknya kasus pemalsuan identitas demi melegalkan pernikahan. Ada yang berdalih karena ingin beristri lebih dari satu namun tidak mendapatkan izin dari istri, ada yang beralasan akta cerai belum keluar dll. Hal ini diakui oeh H Hardiansyah ada masyarakat yang mengantongi lebih dari satu identitas. Namun dengan adanya KTP elektronik sistem akan ditertibkan dan satu warga hanya punya satu identitas.

Sejalan dengan hal tersebut, Kakan Kemenang mengajukan suatu sistem  untuk mengatasi hal tersebut. " Kita perlu satu Sistem informasi yang terintegrasi antara lembaga yaitu PA, Disdukcapil dan KUA agar data bisa singkron dan dapat dengan mudah diakses oleh petugas pada tiga lembaga ini,"ujarnya.

Hal-hal terkait kerahasian dari masing masing fihak tidak perlu dibuka dengan cara filterisasi, karena saya yakin ada data yang bersifat tertutup, imbuhnya. H. Fahmi menukaskan bahwa adanya aplikasi Simkah memberi kemudahan untuk mengkroscek info nikah seseorang. Beliau berharap kedepan dapat berkerjasama dan membangun jaringan informasi secara terintegrasi. (noey)


Baca Juga

Berita Terpopuler