Kemenag Penajam Paser Utara Imbau Masyarakat Daftar Haji

Rabu, 10 Januari 2018 | 13:42       Dibaca 365 kali


Penajam Paser Utara (Inmas) - Kementerian Agama mengimbau seluruh umat Islam di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang memiliki kemampuan finansial untuk segera mendaftarkan sebagai calon jamaah haji. Kepala Kemenag Penajam Paser Utara Drs. H. Maslekhan mengatakan, pelaksanaan rukun Islam yang kelima itu wajib dilakukan bagi Muslim yang memiliki kemampuan keuangan.

"Semakin lama mendaftar, maka semakin lama pula menunggu antrean. Karena itu, sebaiknya secepatnya mendaftar," ujarnya, Rabu (10/1) diruang kerjanya.

Menurut Ka.Kemenag, bila umat Islam mendaftar sebagai calon jamaah haji di Penajam Paser Utara pada hari ini, maka 21 tahun kemudian baru dapat menunaikannya. Hal itu disebabkan kuota yang diberikan pemerintah terbatas, disesuaikan dengan kondisi di Tanah Suci. Kebijakan nasional terkait haji, dipengaruhi kebijakan Pemerintah Arab Saudi.

Jika saat ini umat Islam berusia 50 tahun, dan baru mendaftar sebagai calon jamaah haji, maka pada usia 71 tahun baru dapat menunaikan ibadah haji. Artinya, semakin lama mendaftar sebagai calon jamaah haji, maka semakin berisiko tinggi karena usia semakin tua.

Sebaiknya, kata H. Maslekhan, untuk menunaikan ibadah haji dimulai dari saat usia muda diharapkan dapat mendaftar di Kemenag. Pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci akan semakin baik jika usia muda dan tubuh sehat. "Tahun 2018, kuota haji Penajam Paser Utara sebanyak 128 orang akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, ini sama dengan kuota tahun 2017," katanya, dan secara nasional kuota jamaah haji sudah lebih baik, kembali normal," tambahnya.

Sementera itu Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag PPU H. Usep Suciadi, S.Ag dalam keterangannya menyebutkan daftar tunggu bagi calon haji Kab. PPU sekira 21 tahun atau diberangkatkan tahun 2039 jika mendaftar ditahun 2018. "Untuk pendaftar calon haji ditahun 2016 saja ada sebanyak 280 orang sedangkan di tahun 2017 sebanyak 263 orang," jelas H. Usep Suciadi.

"Sangat besarnya antusias masyarakat muslim mendaftar haji, di awal tahun 2018 saja, diminggu kedua bulan Januari ini sudah ada 8 orang yang mendaftar," ungkap Kasi PHU kepada humas.

Kasi PHU juga jelaskan terkait umrah yang dilaksanakan masyarakat, Kemenag sudah mengeluarkan sebanyak 91 surat rekomendasi kepada jamaah umrah selama tahun 2017. Surat rekomendasi tersebut dikeluarkan Kemenag bagi travel umrah yang memiliki izin resmi dari pemerintah (Kemenag melalui Dirjen PHU).

H. Usep juga menerangkan syarat bagi pemohon rekomendasi umrah, diantaranya travel umrah harus sudah terdaftar dan memiliki izin resmi dari pemerintah. Kemudian dibuktikan dengan KTP/Akte Kelahiran/Kartu Keluarga bagi pemohon yang berdomisili di Kab. Penajam Paser Utara.

Selain itu, pemohon umrah usianya diatur oleh kantor Imigrasi. Usia dibawah 50 tahun wajib rekomendasi sedangkan diatas usia itu tidak perlu rekomendasi termasuk usia dibawah 12 tahun. Untuk anggota TNI, Polri, dan PNS tidak perlu rekomendasi. Juga tokoh masyarakat, hanya saja untuk hal ini tidak disebutkan kriterianya.

Untuk mendaftar haji besaran setoran awal 25 juta rupiah yang disetorkan kepada BPIH yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah untuk memperoleh porsi haji. Bagi pendaftar haji cukup membawa copy KTP, copy buku nikah, akte kelahiran atau ijasah hal ini dimaksudkan untuk antisipasi nama yang berbeda. Terpenting juga pemeriksaan golongan darah pada tempat yang resmi seperti puskesmas/rumah sakit. (basz)