Kepala Kemenag Pembinaan Adiwiyata di MTsN 1 PPU

Jumat, 09 Pebruari 2018 | 14:07       Dibaca 49 kali


Penajam Paser Utara (Inmas) - Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 PPU Syamsul Arifin mengatakan, MTsN 1 Penajam pada bulan Juni 2017 lalu telah mendapatkan prestasi sebagai sekolah peraih Adiwiyata tingkat Provinsi Kaltim. Prestasi ini merupakan hasil dari usaha dan jerih payah para guru. Penilaian diawali ditingkat kabupaten, diteruskan ketingkat provinsi dan tanpa kendala berhasil meraih prestasi. Demikian pernyataan yang disampaikan Kamad Syamsul Arifin mengawali sambutannya dalam rangka pembinaan Adiwiyata di MTsN 1 PPU, Kamis (8/2).

Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan hidup dalam upaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Saat ini, kata Syamsul Arifin MTsN 1 Penajam bersiap-siap untuk menghadapi penilaian Adiwiyata tingkat nasional. Untuk hal tersebut pihak madrasah sedang menyempurnakan syarat sebagai penunjang penilaian adiwiyata yang menurut kepala madrasah perlu peningkatan lagi. Seperti pemanfaatan limbah air wudhu mushalla madrasah. Selain itu Bioperi sudah mulai dilakukan tinggal pengerjaan termasuk bak kompos.

Untuk menunjang kinerja itu, kepala MTsN 1 PPU ini telah membentuk kepanitiaan yang diketuai ibu Yulianti. Guru Yulianti memang sejak awal telah menjabat ketua dan sudah membuahkan hasil hingga ketingkat provinsi, semoga berhasil ditingkat nasional hingga nasional mandiri, ungkap Syamsul Arifin. Ia meyakini dengan niat dan tekad yang besar, mudah-mudahan meraih hasil yang maksimal.

Sementara itu Kepala Kemenag H. Maslekhan mengajak untuk terus berbuat yang terbaik bagi madrasah, agar madrasah menjadi hebat dan bermartabat. Kesempatan ini juga digunakan kepala kantor menyampaikan kiat-kiat agar pembiasaan siswa dalam hal sampah dapat diatasi dengan bermacam trik.

Sehubungan dengan penilaian adiwiyata, beberapa arahan kepala kantor seperti penyiapan format-format penilaian, contohnya, hal-hal apa saja yang harus disiapkan untuk disempurnakan dalam penilaian itu. Terkadang kita itu hanya mengingat hal yang yang besar saja, sesuatu hal yang kecil bisa saja terlupakan atau terabaikan, ucap Kakankemenag yang hadir didampingi Kasubbag TU H. Muzakir dan Kasi Pendidikan Madrasah H. Muhtar B.

Lebih jauh, Kakankemenag meminta semua yang terlibat didalam kepanitiaan penilaian adiwiyata dapat bekerja sama dan selalu kompak. Kakankemenag sendiri mengaku sangat mengapresiasi keberhasilan MTsN 1 PPU yang sudah meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Dirinya menambahkan sebenarnya madrasah berbasis lingkungan telah lama menjadi program seksi pendidikan madrasah sebagaimana dalam ajaran agama islam yang menganjurkan umatnya menjaga kebersihan. Annadzafatu minal iimaan atau kebersihan itu sebagian dari pada iman menjadi landasan dalam program tersebut. Kebersihan yang dimaksud mencakup semuanya termasuk kebersihan lingkungan.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Kasi Penmad H. Muhtar B, hanya ada dua hal yang harus dimiliki dan dilaksanakan yakni, kerjasama dan kekompakan, keduanya mesti dikencengin lagi, bukan sama-sama kerja kemudian kerja masing-masing. Jika keduanya diimplementasikan ia meyakini nama MTsN 1 PPU dalam penilaian adiwiyata bisa muncul ditingkat nasional, harap H. Muhtar. (basz)