FGD PHU, Tingkatkan Layanan Akomodasi, Katering dan Transportasi

Kamis, 10 Mei 2018 | 09:23       Dibaca 66 kali


Balikpapan (inmas – kwl). Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI gelar Focus Group Discussion (FGD) di Balikpapan, Selasa (8/5). Melibatkan sejumlah pejabat Bidang PHU Kanwil, Kemenag dan KUA Balikpapan serta IAIN Samarinda acara tersebut bermaksud mencari langkah-langkah dalam peningkatan pelayanan jamaah haji.Direktorat PHU Gelar FGD Layanan Haji.

Hadir Dirjen PHU Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Kaltim serta beberapa narasumber lainnya.

“Pelayanan yang paling krusial domainsnya ada 3 yaitu Akomodasi, Katering dan Transportasi,” ucap Dirjen PHU Prof. Dr. Nizar, M.Ag.

Khusus mengenai persoalan katering, Bapak Nizar, mengatakan persoalan cita rasa. “Cita rasa yang dikeluhkan oleh para jamaah karena bukan citarasa masakan Indonesia. Melainkan citarasa masakan Pakistas, Philipina, Bangladesh dan lainnya,” ucapnya.

Karena itu penjelasannya untuk mengolah masakan jamaah haji bercitarasa Indoensia maka inovasinya mendatangkan tukang masak dari Indonesia. Atau mendatangkan chef ahli memasak dari Indonesia yang akan mentraining para tukang masak Jamaah Haji Indoensia. “Sehingga tukang masak jamaah haji di Arab sana adalah meeka yang bersertifikasi masak citarasa Indoensia,” jelasnya.

Termasuk bagian daripada inovasi adalah bertambahnya jumlah makan bagi jamaah haji. “Tahun lalu 25 kali sekarang 40 kali,” jelas Bapak Nizar.

Kemudian terkait akomodasi, tas para jamaah tidak ada lagi yang dipanggul atau diselempangkan ke bahu. Semuanya tas koper yang berbentuk sedang dan koper besar menggunakan roda. “Jadi enak tinggal dorong,” ucapnya.

Semuanya itu dalam rangka inovasi. Karena itu, kegiatan FGD ini dalam rangka inovasi dalam peningkatan pelayanan haji, jelas mantan Kakanwil DIY ini.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Drs. Sofyan Noor dalam uraiannya memberikan penekanan bagaimana layaknya seorang petugas haji.

Bagaiamana seorang petugas haji harus ikhlas, berkomitmen menjadi petugas yang melayani bukan yang memberikan tugas, tidak over lapp, over dosis dan over acting. Itu disampaikannya sebelum uraian Dirjen PHU. (sim).



Baca Juga

Berita Terpopuler

Selasa, 04 September 2018 | 08:53

Jum’at Berkah MAN Balikpapan Peduli dan Berbagi


Kamis, 06 September 2018 | 08:14

Penyerahan SK Mutasi