Kisah Kakanwil pada Acara Kaltim Berzakat 

Jumat, 01 Juni 2018 | 10:08       Dibaca 70 kali

Kakanwil Sofyan Noor, Sambutan Acara Kaltim Berzakat

Samarinda (Inmas-Kwl) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Sofyan Noor menyampaikan sambutan pada kegiatan Kaltim Berzakat yang dilaksanakan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur (31/5)

Apresiasi yang tinggi disampaikan Kakanwil kepada Baznas Provinsi Kalimantan Timur atas penyelenggaraan kegiatan yang sehari sebelumnya telah melaksanakan seminar internasional zakat.

Kakanwil bercerita singkat tentang sekelompok tabi'in yang mengunjungi Abu Sinan Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dikisahkannya, Abu Sinan mengajak sekelompok tabi’in bertakziah ke tetangga yang saudaranya meninggal dunia. Didapati lelaki itu menangis dan mengeluhkan keadaan saudaranya yang meninggal dan dimakamkan.

Lelaki itu menceritakan saudaranya yang menghadapi siksa kubur. Saat selesai pemakaman sendirian ia meratakan tanah kuburan dan mendengar suara saudaranya dari dalam kubur yang mengatakan mereka meninggalkan aku sendirian menghadapi siksa ini, padahal aku benar-benar telah melaksanakan sholat.

Mendengar perkataan itu, lelaki itu menggali lagi kuburannya, dan ia melihat api yang menjilat-jilat dan leher saudaranya melingkar sebuah kalung dari api.

Mencoba lelaki itu mengulurkan tangan untuk melepaskan kalung api itu, tetapi tangan dan jari-jemarinya justru tersambar api sebelum menyentuhnya. Karena tidak kuasa ia menutup kembali kubur tersebut.

Terlihat tangan lelaki itu, tampak menghitam bekas terbakar.

Mereka berkata, “sebenarnya apa yang telah dilakukan saudaramu di dunia hingga mendapat siksa kubur seperti itu.”

“Dia tidak mengeluarkan zakat hartanya.” jawab lelaki itu.

Kemudian para tabi'in itu berpamitan. Kemudian mereka menuturkan kisah itu kepada Abu Dzarr Al-Ghifari. Sahabat Nabi Muhammad SAW, “Allah memperlihatkan keadaan orang-orang yang beriman (yang mengalami siksa) itu kepada kalian, agar kalian dapat mengambil ibarat (pelajaran). kata Abu Dzarr Al-Ghifari  

Kakanwil berharap, kisah tersebut menjadi pelajaran berharga dan sebagai peringatan kita semua.

Karenanya, Kakanwil berterima kasih kepada Baznas Kaltim yang bekerja keras membangun kepercayaan masyarakat untuk mengeluarkan zakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Kaltim Fahrul Ghozi melaporkan penerimaan zakat melalui lembaganya terus meningkat, pada tahun 2016 sebesar Rp.3,5 miliar dan pada tahun 2017 meningkat menjadi lebih kurang Rp. 11,28 miliar.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, para tokoh agama  Islam, pimpinan OPD, Forkopinda, Perbankan dan undangan lainnya. (rd/MJ).