Rapat Kerja K3MI Balikpapan Bahas Penilaian Akhir Semester

Rabu, 06 Juni 2018 | 07:16       Dibaca 179 kali


Balikpapan (Madrasah) - Rapat Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI)  Kota BalikpapanRapat Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI)  Kota Balikpapan (KKG-MI), K3MI gelar rapat Kerja, Selasa (5/6).

Rapat Kepala MI se-Kota Balikpapan yang merupakan rapat rutin bulanan ini dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Balikpapan dan dihadiri oleh DR. H. Sartono, MM selaku Kasi Pendidikan Maddrasah Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan.

Di antara agenda rapat adalah membahas tentang evaluasi pelaksanaan Penilaian Akhir Semester ( PAS ) tahun pelajaran 2017/2018, sebagaimana dipaparkan oleh ketua KKG-MI Kota Balikpapan, Abd. Halim. “ bahwa kekurangan dalam proses pelaksanaan Penilaian Akhir Semeter Genap merupakan tanggung jawab KKG untuk kemudian dijadikan pelajaran di tahun pelajaran mendatang,” tegasnya.Pada Kesempatan itu Kasi Pendidikan Madrasah memaparkan Juknis PBDB Tahun Pelajaran 2018/2019, Proses Pencairan TPG triwulan pertama, hingga rencana Kementerian Agama Kota Balikpapan menggaet Tanoto Foundation. menurutnya keberadaan Madrasah sekarang sudah menjadi pilihan Masyarakat, terlebih lagi Madrasah Swasta yang notabene berasal dari masyarakat, lanjutnya.

Dalam kesempatan itu pula Kasi Pendidikan Madrasah juga menyampaikan tentang pencairan pelaporan anggaran BOS  tahun anggaran 2018, dan berbagai informasi yang terkait dengan dana BOSDA maupun BOSPUS.  Kegiatan rapat K3MIKota Balikpapan berakhiri sekitar pukul 11.15.

Di akhir paparannya Kasi Pendidikan Madrasah kembali menegaskan tentang batasan usia minimal bisa diterima oleh Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru adalah 6 tahun, bisa saja menerima peserta didik baru di bawah usia 6 tahun dengan ketentuan peserta didik tersebut memiliki kemampuan dasar setara dengan sebaya usia 6 tahun dengan dibuktikan adanya rekomendasi dari psikolog, “meskipun dalam data Emis hal ini tidak di akomodir”, lanjut pak Kasi, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan operator emis di tingkat kanwil agar hal tersebut tidak melanggar juknius yang ada dan di emis juga diakomodir. (aby)