Kunker ke Kaltim, Komisi VIII DPR RI Tinjau Madrasah

Jumat, 12 Oktober 2018 | 08:42       Dibaca 144 kali

Anggota Komisi VIII DPR RI Saat Tiba di MTsN 2 Balikpapan Dalam Rangka Kunjungan Kerja Spesifik, Kamis (11/10). (Foto: Nop)

Balikpapan (Inmas Kwl) - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka meninjau sarana dan prasarana madrasah. Pertemuan digelar di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 (MTsN 2) Kota Balikpapan, Kamis (11/10)

Tim dari 13 anggota DPR yang berkunjung diketuai oleh Alfia Reziani, diantaranya adalah Erwin M. Singaruju, Prof. Hamka Haq, Adi Putra Darmawan, Khatibul Umam Wiranu, Pdt. Elion Numberi, Desy Ratnasari, KH. Surahman Hidayat, dan Fauzan Harun. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Sofyan Noor. Dihadiri oleh Karo Kesra Pemprov Kaltim Elto, Kabid Penmad Kawil Ahmad Ridani, Kakankemenag Kota Balikpapan Hakimin, Kepala MTsN 2 Balikpapan Zainuddin, serta Kakankemenag se-Kaltim. Hadir pula mewakili Gubernur Kaltim Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Sa'bani.

Kakanwil sampaikan terima kasih atas kunjungan Komisi VIII DPR RI ke Kaltim dan melaporkan kondisi terkini perkembangan madrasah di Kaltim. Ia sengaja menentukan tempat pertemuan di MTsN 2 Balikpapan agar anggota DPR yang berkunjung dapat melihat langsung kondisi salah satu madrasah di Kaltim yang masih dalam proses pembangunan.

Kabid Penmad Kanwil Ahmad Ridani sampaikan dalam forum diskusi bahwa penegerian madrasah tetap perlu mendapatkan perhatian karena hanya ada 38 madrasah negeri di Kaltim. Jumlah ini tentu saja tidak representatif dengan jumlah peserta didik yang ada. Sementara itu usulan penegerian 13 madrasah swasta yang sudah diajukan Kanwil sampai saat ini belum disetujui. Bantuan dan dukungan DPR RI melalui Komisi VIII sangat diharapkan dalam hal ini.

Kepala MTsN 2 Balikpapan pada kesempatan ini juga sampaikan kondisi madrasah yang masih kurang sarana dan prasarana, diantaranya akses menuju madrasah yang masih sulit karena belum ada angkutan umum yang sampai kesitu. PDAM dilaporkan juga belum tersedia, dan masjid madrasah yang dibangun dengan swadaya wali murid karena tidak ada batuan sosial untuk pembangunannya.

Usulan dari Kepala MTsN 1 Balikpapan Abdul Gafur mengharapkan agar guru madrasah juga mendapatkan insentif dari Pemkot seperti guru agama yang mengajar di sekolah umum, sebab mereka sama-sama mengajar anak Balikpapan. Hal senada mengenai kekurangan yang terdapat di madrasah juga disampaikan oleh peserta lainnya. 

Berbagai usulan yang disampaikan oleh peserta pertemuan mendapat tanggapan positif dan menjadi catatan penting bagi anggota komisi VIII untuk selanjutnya mengupayakan apa yang diharapkan oleh masyarakat Kaltim, khususnya untuk meningkatkan madrasah di Kaltim. Selain itu mereka juga sampaikan saran dan masukan untuk kemajuan madrasah kedepan.  (Nop/rd)

 

 

 


Baca Juga

Jumat, 12 Oktober 2018 | 08:42

Kabid Penmad Buka KSM Tingkat Prov. Kaltim


Jumat, 12 Oktober 2018 | 08:42

MIN 1 Balikpapan Bimbing Siswa Membayar Zakat


Berita Terpopuler

Kamis, 06 Desember 2018 | 10:30

Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin


Jumat, 07 Desember 2018 | 17:03

Shalat Jumat Perdana Penggunaan Masjid Al Husna