MAN IC Paser Peringati Hari Santri Nasional 2018

Minggu, 21 Oktober 2018 | 13:14       Dibaca 120 kali


Paser (Inmas)- Sebagaimana tahun sebelumnya, MAN Insan Cendekia Paser kembali memperingati Hari Santri Nasional 2018 di Kampus MAN IC Paser Jl. Negara km.08 Sempulang Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser, Sabtu, 20 Oktober 2018 yang dihadiri Kepala MAN IC Paser, Khoirul Anam, M.Pd.I., Kepala Tata Usaha, Rusmadi, S.H.I., para wakil kepala madrasah, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan serta para siswa MAN IC Paser.

Dalam sambutannya, Kepala MAN IC Paser mengingatkan bahwa berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terlepas dari perjuangan para santri dan tentu para kiyai/ulamanya, oleh karena itu siswa MAN IC Paser hendaknya selalu menjadi santri dan meneladani semangat perjuangan santri terdahulu.

Santri adalah penerus dakwah Rasulullah SAW., oleh karena itu seorang santri harus memiliki sifat ikhlas, tidak berkeluh kesah, dan sami’na wa atho’na kepada guru. Santri harus memiliki “IHSAN” dan selalu melekat pada dirinya. Ihsan, sebagaimana disebutkan dalam Hadis Nabi SAW, artinya beribadah kepada Allah seolah-olah melihat Allah, namun jika tidak bisa melihat Allah, yakinlah bahwa Allah melihat kita. Jika ihsan ini dimiliki maka santri akan selalu bersemangat dalam beribadah dan gemar berbuat baik dan menebarkan kebaikan kepada orang lain.

Selajutnya, santri juga wajib memiliki IMAN yang intisarinya terangkum dalam Rukun Iman. Yang terakhir, santri juga harus selalu “haus” akan ILMU. Santri yang memiliki ilmu yang dilandasi iman akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT beberapa derajat. Demikian, Khoirul Anam mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Waka Keasramaan MAN IC Paser, Kiyai Slamet Arif, S.Sy., yang didaulat menyampaikan taushiyah, menguraikan makna kata SANTRI. Pertama, Saari’u ilal khairat, artinya bersegera melakukan kebaikan. Santri itu harus selalu bergegas melakukan kebaikan, tanpa menghiraukan penilaian orang lain. Sebab yang berhak menilai kebaikan kita hanyalah Allah SWT. Kedua, Naaibu ‘alim ‘ulama, pengganti para alim ulama. Santri merupakan penerus perjuangan para ulama. Karena itu, santri wajib meneladani ulama. Salah satunyanya senantiasa memiliki rasa takut kepada Allah. Ketiga, Taaibu ilaa Allah, selalu kembali/taubat kepada Allah. Santri itu selalu mempelajari kesalahan dirinya dan tidak mengorek kesalahan orang lain. Keempat, Raja’. Artinya selalu berharap hanya kepada Allah. Santri itu senantiasa mengharapkan rahmat Allah dan tak pernah putus asa, sebab tiada yang putus asa melainkan orang-orang kafir. Terakhir, Kiyai Arif mengingatkan kepada semua siswa MAN IC Paser agar memperbaiki niat dalam menuntut ilmu, yakni semata-mata mengharap ridho Allah dan menghilangkan kebodohan.

Peringatan Hari Santri Nasional di MAN IC Paser dimeriahkan dengan berbagai lomba yakni Lomba Tahfizhul Quran, Syarhil Quran, dan Cerdas Cermat Agama Islam. Insya Allah, puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2018 akan dilaksanakan pada Senin, 22 Oktober 2018 sekaligus dilaksanakan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba.* (ismail)


Baca Juga

Minggu, 21 Oktober 2018 | 13:14

MIN 1 Paser Sukses Selenggarakan Lomba Pasca PTS


Berita Terpopuler

Kamis, 03 Januari 2019 | 13:54

Upacara HAB Ke-73 Tahun 2019


Jumat, 04 Januari 2019 | 14:28

Rapat Koordinasi Kepala KUA se - Kabupaten Berau