MAN 2 Kukar Lolos Adiwiyata Nasional Tanpa Verifikasi Lapangan

Rabu, 07 November 2018 | 14:00       Dibaca 50 kali

Kepala Madrasah Bersama Tim Adiwiyata

Kukar (Madrasah) – MAN 2 Kutai Kartanegara semakin memantapkan diri sebagai sekolah berprestasi. Terbaru, sekolah yang dikepalai Samuri, S.Pd., M.Si ini, di daulat sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) tanpa verifikasi lapangan tahun 2018 yang disampaikan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Terpilihnya MAN 2 Kutai Kartanegara sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) tanpa verifikasi lapangan cukup membanggakan. Prestasi ini merupakan satu-satunya yang diraih delegasi Kabupaten Kutai Kartanegara. Bahkan, untuk menentukan sebagai sekolah adiwiyata, panitia pusat tidak perlu melakukan verifikasi lapangan karena macro excel-nya telah sempurna.

Menurut Samuri, sejak 2014 sekolah ini sudah merintis sebagai sekolah adiwiyata. Hasilnya, pada 2015 dinobatkan sebagai Adiwiyata Kabupaten. Kemudian pada 2016 mendapat penghargaan yang sama di tingkat provinsi. Prestasi MAN 2 Kukar berlanjut ke 2018 dengan daulat sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) tanpa verifikasi lapangan.

“Alhamdulillah, pada 2018 kami daulat sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) tanpa verifikasi lapangan. Ini berkat perjuangan dari semua warga sekolah. Madrasah memprogramkan Adiwiyata yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah” terang Samuri di MAN 2 Kukar pada Rabu (07/18).

Sementara itu menurut Ketua Adiwiyata MAN 2 Kukar Ibu Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si, banyak dokumen dan bukti fisik yang harus kami lengkapi untuk mengikuti seleksi sekolah adiwiyata nasional.

“Setelah MAN 2 Kukar dinyatakan lolos sebagai sekolah adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi, kami terus berusaha meningkatkan program adiwiyata di sekolah untuk memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi lanjutan yaitu adiwiyata nasional, dan alhamdulilah berkat perjuangan semua pihak MAN 2 Kukar terpilih sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) tanpa verifikasi lapangan, selain itu MAN 2 Kukar merupakan satu-satunya madrasah di Kutai Kartanegara yang sudah meraih predikat adiwiyata nasional” ujar Ummi.

Ditambahkan Ummi, dalam menjalankan dan melaksanakan Program Sekolah Adiwiyata di MAN 2 Kukar, setidaknya ada 4 hal pokok yang harus kami perhatikan, diantaranya Kebijakan Berwawasan Lingkungan, Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan, Kegiatan Lingkungan berbasis Partisipatif, dan Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan. (rz)