Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin

Kamis, 06 Desember 2018 | 10:30       Dibaca 649 kali

Suasana Kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Calon Pengantin pada Kemenag Berau Tahun 2018

Berau (Inmas) –  Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Kementerian Agama Kabupaten Bera Tahun 2018 pada 4 KUA Kecamatan terdekat. KUA Kec. Tanjung Redeb, KUA Kec. Sambaliung, KUA Kec. Gunung Tabur, dan KUA Kec. Teluk Bayur yang diselenggarakan di Hotel Bumi Segah Tanjung Redeb Kamis, (6/12). Jumlah peserta kurang lebih 50 orang yang dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau (Alfi Taufik).

Dasar Pelaksanaan dari kegiatan ini adalah Surat Keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor ; 379 Tahun 2018 tentang Petunjuk Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin, dan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau Nomor : 168 Tahun 2018 tentang Panitia Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau.

Tujuan dari pelaksanaan ini adalah dengan membekali remaja usia nikah dan catin dengan ilmu dan pengetahuan untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran bagi catin untuk memahami tujuan membangun keluarga yang bahagia, agar para pasangan muda dapat mengatur kualitas dan kehidupannya, memahami hak dan kewajiban bagi pasangan suami isteri agar dapat terhindar dalam kasus KDRT.

Nara Sumber kegiatan ini adalah Kepala Kantor Kemenag Berau (Alfi Taufik) dan Kepala Seksi Bimas Islam ( Misbahul Ulum) dari Kementerian Agama Kabupaten Berau, dan Uray Gapima Aprianto Ketua Pengadilan Agama Tanjung Redeb. Adapun Sumber Dana dari Kegiatan tersebut bersal dari Dana PNBP 2018.

Pada Nara Sumber (Alfi Taufik) sempat kami kutif “ dalam rangka mempersiapkan Perkawinan Kokoh Menuju Keluarga Sakinah, dan untuk mencapai itu adalah perkawinan yang kokoh dengan membangun rumah tangga dengan agama, dengan tujuan pasangan mampu merumuskan cita-cita tertinggi hidup, mengaitkannya dengan tujuan jangka panjang dan pendek perkawinan, serta mewujudkannya selaras dengan status sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Dengan mempersiapkan perkawinan kokoh, manusia hanya boleh menjadi hamba Allah semata, sebagai hamba Allah manusia jaya di larang keras memperhamba manusia / makhluk Allah lainnya. Perlu kerjasama antara lelaki dan perempuan dalam menjalankan amanah sebagai khalifah, perspektif keadilan dalam keluarga muslim. Keadilan lebih meningkatkan diri kepada ketaqwaan dan lebih memudahkan terwujudnya kasih saying yang hakiki dalam keluarga. Relasi yang lebih menjamin kesetaraan dan keadilan.

Untuk memperkokoh dalam perkawinan agar mencapai Sakinah adalah keluarga yang tetap tenang (harmonis) meskipun menghadapi banyak rintangan dan ujian kehidupan, Mawaddah adalah perasaan cinta yang melahirkan keinginan untuk membahagiakan dirinya, dan Rahmah adalah (kasih saying) perasaan yang melahirkan keinginan untuk embahagiakan orang yang dicintai. (MA)


Baca Juga

Kamis, 06 Desember 2018 | 10:30

Pengukuran Ulang Arah Kiblat Langgar Al Aqsa


Kamis, 06 Desember 2018 | 10:30

Pengukuran Arah Kiblat di Desa Jone


Kamis, 06 Desember 2018 | 10:30

Kemenag Paser Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW


Berita Terpopuler

Kamis, 03 Januari 2019 | 13:54

Upacara HAB Ke-73 Tahun 2019


Jumat, 04 Januari 2019 | 14:28

Rapat Koordinasi Kepala KUA se - Kabupaten Berau