Upacara HAB Ke-73 Tahun 2019

Kamis, 03 Januari 2019 | 13:54       Dibaca 494 kali

Sekretaris Daerah M. Gazali menjadi Pembina Upacara HAB Kemenag Ke-73 Tahun 2019

Berau (Inmas) – Upacara Hari Amal Bhakti ke-73 Kementerian Agama Kabupaten Berau  di selenggarakan di halaman GOR Taruna Jalan Pemuda Berau berjalan lancar dan sukses, yang juga dihadiri oleh FKPD, Kepala Badan dan Bagian, Tokoh Agama, Majlis Ta’lim, Pensiunan Kemenag, Seluruh ASN Kemenag, anggota Dharma Wanita, Guru PAI, Siswa MIN, MTsN, MAN dan undangan lainnya, Kamis (3/1).

Pembina Upacara Sekretaris Daerah Berau (M.Gazali) membacakan Sambutan Menteri Agama RI “ Kita memperingati hari bersejarah ini dalam kesederhanaan, keprihatinan dan kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari peristiwa alam di beberapa wilayah seperti Lombok, Palu, Banten dan Lampung’. Seluruh bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan dalam derita dan bahagia, dalam suka maupun dukalara”.

“Tujuh puluh tiga tahun silam, pada 3 Januari 1046, Pemerintah membentuk Kementerian Agama sebagai bagian dari perangkat kehidupan bernegara dan berpemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembentukan Kementerian Agama merupakan keputusan yang bersejarah dan memberi pengaruh besar sepanjang perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia hingga kini”.

“Melalui Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.”.

Sejalan dengan Tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “ Jaga  Kebersamaan Ummat” Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, mari senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan”.

“Ajakan yang sama kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesame anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesame saudara, mari kita hindari. Jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesame anak negeri”.

Kepada seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama haruslah menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan kita yang Bhinneka. Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta. (MA)