Bimwin Pranikah Solusi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 Januari 2019 | 20:04       Dibaca 119 kali

Arahan dari Kakankemenag Kota Bontang kepada pasangan catin

Bontang (Inmas)- Tingginya angka perceraian di beberapa daerah di Indonesia menjadi perhatian bagi pemerintah termasuk juga di Kota Bontang. Kementerian Agama RI pun berupaya memberikan solusi yaitu dengan mewajibkan bagi pasangan yang akan menikah untuk mengikuti bimbingan perkawinan terlebih dahulu sebelum mendapatkan buku nikah.

Begitu juga di Kemenag Bontang yang tahun sudah menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Pasangan Calon Pengantin Tahun 2019. Kegiatan yang sudah memasuki angkatan II ini akan terus berlangsung setiap bulannya sebagaimana tahun sebelumnya dan dilaksanakan selama 2 hari setiap angkatan.

Kepala Seksi Bimas Islam, H Najmuddin Tamini menyampaikan melalui kegiatan ini catin difasilitasi untuk mempersiapkan diri dalam membentuk rumah tangga yang kuat dan kokoh. "Untuk Kota Bontang sendiri angka perceraian terbilang tinggi. Tahun lalu saja mencapai 400-an pasangan yang bercerai," Sebutnya.

"Penyebab perceraian ini dikarenakan sebelumnya mereka belum memiliki persiapan atau bekal yang cukup dalam memahami dinamika pernikahan. Banyak hal atau permasalahan yang akan dihadapi dalam menjalani rumah tangga. Semua itu harus dihadapi bersama oleh suami dan istri. Jika keduanya belum siap atau tidak bisa menerima, paling sering yang akan terjadi adalah perceraian," Ungkapnya.

Beberapa materi yang didapatkan oleh catin dalam kegiatan ini antara lain adalah bagaimana mempersiapkan keluarga sakinah, membangun hubungan dalam keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga dan mempersiapkan generasi berkualitas. Sementara itu untuk materi kesehatan keluarga dan reproduksi Kemenag bekerja sama dengan Dinkes-KB Kota bontang untuk penyempaiannya. (scl)