Kakanwil Ingatkan 5 Fokus Utama Pengelolaan BMN

Rabu, 09 Oktober 2019 | 12:03       Dibaca 136 kali

Kakanwil sampaikan materi terkait problematika pengelolaan aset BMN (9/10).

Balikpapan (Inmas Kwl) - Biro Keuangan Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Pembinaan Pengelolaan Badan Milik Negara (BMN) dengan Metode Cost Sharing Anggaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 hingga 11 Oktober 2019, bertempat di Aula Kementerian Agama Kota Balikpapan dan dihadiri oleh 45 peserta dari Kemenag Kab/Kota dan Madrasah se-Kaltim.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur H. Sofyan Noor menyampaikan materi terkait Problematika Aset BMN di lingkungan Kemenag Kaltim, Rabu (09/10). Kakanwil mengingatkan kepada pengelola BMN untuk fokus kepada 5 hal dalam pengelolaan BMN.

Pertama: Penggunaan dan pemanfaatan aset belum di gunakan secara maksimal, sehingga perlu pengelola BMN memiliki data secara detail berapa jumlah aset yang dimiliki dan berapa nilai pemanfaatannya.

Kedua: Pemeliharaan dan pengamanan aset seperti tanah masih belum bersertifikat atas nama Kementerian Agama. Pengelola khususnya duta BMN yang ditunjuk harus memiliki data dan laporan seluruh Aset terkait tanah yang belum memiliki sertifikasi dan bagaimana kondisi pemeliharaan dan pengamanannya.

Ketiga: Penghapusan BMN hendaknya mengikuti mekanisme aturan yg berlaku, hal ini untuk menghindari permasalahan hukum dibelakang hari. Pergerakan aset hingga dihapus dari aset BMN harus jelas riwayatnya.

Keempat: Penatausahaan aset BMN harus terkelola dengan baik sehingga sehingga pelaporan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Biro Keuangan dalam hal pelaporan aset BMN, ini tugas duta dan pengelola BMN disetiap satker untuk dapat memperbaiki seluruh permasalahan yang muncul dalam tata kelola BMN.

Kelima : Pengawasan dan pengendalian, seluruh poin yang dijelaskan harus secara ketat dilakukan pengawasan serta pengendalian yang dilakukan oleh kepala satuan kerja dan tim yag ditunjuk untuk melakukan pengawasan secara internal, hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam pelaporan aset BMN.

Sementara itu, Kabag Penatausahaan, Penghapusan dan Pengendalian BMN Biro Keuangan Rahardi dalam sambutan pembukaan menyampaikan harapan kepada operator BMN agar selalu aktif melakukan pendataan dan penghapusan aset,  begitu pula untuk duta akrual dan BMN yang bari saja dilantik, selaku koordinator BMN diminta agar aktif melakukan pendataan terkait permasalahan yang berkenaan dengan aset BMN. (zky/bkt/mft)