Kinerja Efektivitas Pelaksanaan Anggaran di Kaltim Tahun 2019 Mencapai 91,71%

Kamis, 28 November 2019 | 14:11       Dibaca 177 kali

Kakanwil Kemenag Kaltim terima DIPA Tahun 2020 dari Gubernur Kaltim, Samarinda. Kamis (28/11).

Samarinda (Inmas Kwl) - Dirjen Perbendaharaan (DPb) Kanwil Provinsi Kaltim menggelar acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020, bertempat di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda, Kamis (28/11). Hadir Kakanwil Kemenag Kaltim H.Sofyan Noor untuk menerima penghargaan kategori kualitas laporan keuangan serta DIPA Kementerian/Lembaga dari Gubernur Kaltim.

Kepala Kanwil DPb Kaltim, Midden Sihombing menyampaikan informasi bahwa DPR dalam rapat paripurna ke-10 tanggal 24 September 2019 telah menyetujui APBN tahun 2020, serta telah diundangkan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2019 pada tanggal 18 Oktober 2019 dengan kebijakan fiskal yang diusung adalah "APBN untuk akselerasi daya saing melalui Inovasi dan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia".

Terkait APBN 2020, Midden Sihombing melaporkan bahwa belanja negara ditetapkan sebesar 2.540,4 triliun rupiah, dan dirinci kedala tiga komponen, yaitu: alokasi belanja K/L sebesar 909,6 triliun rupiah, Non K/L sebesar 773,8 triliun rupiah, transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar 856,9 triliun rupiah. Anggaran 2020 tersebut telah diserahkan oleh Presiden kepada menterinya di bidang/lembaga serta para gubernur pada tanggal tanggal 14 November 2019 di Istana Negara Jakarta.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Kaltim H. Isran Noor selaku wakil pemerintah pusat di daerah menyerahkan kembali DIPA tersebut kepada Walikota, Bupati dan Kepala K/L di Provinsi Kalimantan Timur. DIPA yang diserahkan berjumlah 435 dengan nilai total 9,73 triliun rupiah, dengan komposisi belanja pegawai sebesar 3,153 triliun rupiah, belanja barang 3,13 triliun dan belanja modal sebesar 3,30 triliun, serta belanja bantuan sosial sebesar 9,9 miliar. Dari nilai tersebut maka secara total alokasi tahun 2020 lebih besar 0,07% dibandingkan alokasi tahun 2019.

Lanjut Midden Sihombing, dalam kurun waktu 3 tahun, komposisi belanja DIPA yang disalurkan di Kalimantan Timur terjadi peningkatan kualitas belanja. Hal ini terlihat dengan kenaikan belanja pegawai yang rendah dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 yaitu kenaikan sebesar 4% dan 8,7%, untuk belanja modal terjadi kenaikan mulai dari 8,17% di tahun 2019 dan 47% di tahun 2020, sedangkan belanja barang mengalami penurunan yaitu sebesar 3,7% dibandingkan tahun 2018 dan mengalami penurunan kembali di tahun 2020 sebesar 16,8%. Penurunan belanja barang dan peningkatan belanja modal, menurut Midden, menunjukkan bahwa kualitas untuk pelaksanaan APBN khususnya di sektor belanja semakin berkualitas di Kalimantan Timur.

Sementara itu, terkait hasil evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2019, Kepala Kanwil DPb Kaltim melaporkan, pertama: dalam aspek kepatuhan terhadap peraturan di bidang perbendaharaan mengalami peningkatan, pada tahun 2019 tercatat mencapai 89,12% per November 2019 atau melebihi capaian kinerja tahun 2018 yang sebesar 83,33%; Kedua: adalah kinerja dalam aspek efektivitas pelaksanaan anggaran sampai dengan November 2019 tercatat mencapai 91,71% melebihi capaian kinerja bulan November 2018 yang sebesar 89,69% namun masih jauh di bawah capaian tahun 2018 sebesar 98,34%; ketiga : kinerja penyaluran Dana Alokaso Khusus (DAK) fisik sampai dengan 26 November 2019 tercatat sebesar capaian 71,18%, kinerja ini dapat menjadi perhatian khusus karena batas akhir penyampaian dokumen persyaratan penyaluran DAK fisik dan Dana Desa tahap 3 atau tahap terakhir dan Pemda adalah tanggal 16 desember 2019. Dana desa juga menunjukkan kinerja yang baik sampai dengan 26 November 2019, Penyaluran dana desa tercatat mencapai 95,59%, adapun tahun 2018 sebesar 99,32%, "diharapkan capaian yang di tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu", ucapnya. (zky)