3 Pesan Kakankemenag Saat Membuka Pelatihan Khotib Kelas Milenial Angkatan I

Sabtu, 30 November 2019 | 18:46       Dibaca 16 kali

Kakan Kemenag Kukar Drs. Samudi (Tengah) Saat membuka Kegiatan Khotib Kelas Milenial Angkatan I

Kutai Kartanegara (Inmas) – Nahdathul Ulama (NU) Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (30/11) menggelar Madrasah Kader Jum'at Pelatihan Khotib Kelas Milenial Angkatan I di Aula NU Tenggarong Seberang.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 pelajar yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

Saat membuka acara, Kakankemenag Kukar Drs. Samudi memberi apresiasi yang tinggi kepada panitia yang telah menggagas kegiatan ini dan mampu membaca permasalahan kekinian yang dihadapi masyarakat , terutama di daerah pedalaman, dimana masih ada info di suatu daerah pada hari Jum'at jika imam tidak berada di tempat, maka salat Jum'at libur, katanya.

Dengan banyaknya generasi muda yang dilatih menjadi khotib maka permasalahan tersebut bisa diatasi, lebih-lebih adik-adik yang dilatih nanti pulang kampung ikut membangun di desanya. Dalam jangka pendek peserta yang dilatih setelah kegiatan ini harus berani tampil menjadi khatib salat Jum'at di sekolah masing-masing sebagai ajang untuk magang, harap Samudi.

Samudi juga berpesan kepada para peserta pelatihan. Pertama Salimul Aqidah mempunyai Aqidah yang bersih, Seorang Da'i harus memiliki akidah yang bersih. Aqidah yang bersih tentu bisa dipelajari melalui Seorang Kyai. Guru agama, jangan hanya mencari rujukan dari internet, karena bertemu langsung dengan Kyai merupakan nilai keberkahan tersendiri.

Kedua Shohihul Ibadah artinya ibadah yang benar. Ibadah yang benar juga harus dipelajari langsung dengan sumbernya, karena dalam ibadah banyak amaliah-amaliah praktek yang harus dipraktekkan secara langsung.

Ketiga adalah Matinul Khuluq, yaitu akhlak yang kokoh. Tentunya seorang khotib akan menjadi panutan masyarakat, harus memiliki akhlak yang terpuji, pungkas Samudi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua Rois Syuriah NU Kutai Kartanegara KH. Abd. Hanan, Perwakilan dari Kapolres Kukar dan Perwakilan dari Kesbangpol Kutai Kartanegara. (din)