Siswa MAN 2 Samarinda, Muhadharah Kasih Sayang Rasulullah

Senin, 02 Desember 2019 | 10:20       Dibaca 22 kali

Muhadharah Siswa MAN 2 Samarinda Kelas X IPA 3

Samarinda (madrasah) - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Samarinda melaksanakan kegiatan rutin muhadharah yang dilaksanakan dilapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Samarinda, Jum’at (29/11). Muhadharah menggunakan 5 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan bahasa daerah Sunda dan Bugis.

Kegiatan diikuti seluruh siswa, guru, pegawai tata usaha, dan kali ini disampaikan oleh siswa kelas X IPA 3 sebanyak 19 orang, dengan tema Kasih Sayang Rasulullah.

Siswa menyampaikan dalam muhadharahnya satu hal yang harus kita syukuri sebagai umat Islam. Kita memiliki pemimpin yang penyayang yaitu Rasulullah, walaupun beliau pernah dihina, dicaci, dimaki dan bahkan gigi beliau pernah patah akan tetapi beliau tetap sabar dan penyayang pada umatnya dan bahkan kepada orang yang membencinya.

Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang sangat mulia, pada diri beliau terdapat banyak sekali akhlak yang wajib diteladani. Salah satu yang menonjol dari peribadi Rasulullah SAW adalah kasih sayang yang besar kepada umatnya secara khusus dan umat manusia secara umum.

Berikut ini adalah beberapa contoh kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia. Pertama, Nabi Muhammad berjuang keras memberikan pengajaran agama kepada manusia, membimbing mereka dari kegelapan menuju terangnya agama. Meski mendapat perlawanan hebat, cercaan, hinaan, penganiayaan serta rencana pembunuhan namun nabi tidak gentar dan tetap kuat menjalankan dakwahnya.

Hal yang mendasari kekuatan tersebut tentu adalah rasa kasih sayang Rasulullah SAW kepada umat manusia sehingga beliau menghendaki manusia berada di jalan yang lurus agar selamat dunia akhirat.

Kedua, Jibril pernah menawarkan untuk membalas perlakuan penduduk Thaif kepada Rasulullah namun beliau menolak. Penolakan ini tentu didasarkan pada kasih sayang beliau kepada umat manusia meski bukan umatnya sekalipun.

Ketiga, sebelum meninggal Rasulullah SAW pernah berucap ‘ummati, ummati, ummati’ ketika ia sedang membaca ayat Al-Qur’an mengenai adzab yang akan ditimpakan pada manusia. Pedihnya adzab tersebut membuat Rasulullah SAW cemas bahkan menangisi umatnya. Ini adalah bukti beliau sangat menyayangi umat manusia. Bukti kasih sayang Rasulullah kepada umatnya Beliau selalu memikirkan umatnya sampai akhir hayat beliau.

Nasehat guru pembimbing Bapak Eko Haryanto, S. Pd. I menyampaikan walaupun masih kelas X, akan tetapi penampilan dan penyampaian muhadharah sangat bagus, dari intonasi, pemilihan kata dan ayat-ayat yang dipilih sebagai penguat isi muhadharah.

Selain itu guru pembimbing memberikan trik-trik bagai mana cara memberikan ceramah yang menarik kepada siswa dan mempelajari dari para ustaz yang ada di televisi dengan cara melihat bagaimana sikap dan cara menyampaikan ceramah. (SY/rd)