Kemenag Segera Rekrut 90 Penyuluh Agama Islam Non PNS Masa Bhakti 2020-2024

Selasa, 03 Desember 2019 | 09:45       Dibaca 44 kali

Rapat panitia kerja rekrutmen penyuluh agama Islam non PNS bersama Kakankemenag Kubar HM.Izzat Solihin, S.Ag, M.Pd, (2/12)

Kutai Barat (Inmas) - Kembali Kantor Kementerian Agama Islam melalui seksi Bimas Islam akan menerima Penyuluh Agama Islam non PNS masa bakti 2020-2024. Tidak tanggung- tanggung untuk kebutuhan di 13 kecamatan pada wilayah ini Kemenag Kubar akan menerima 90 tenaga penyuluh. Keterangan ini termuat dalam rapat panitia kerja penerimaan yang dipimpin H. Ikran, S. Ag (Kepala Seksi Bimas Islam) dihadapan Kakankemenag Kubar H. Muhammad Izzat Solihin, S. Ag, M. Pd selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan, Senin (2/12).

Pesan penting Kakankemenag pada panitia seleksi, agar dalam penerimaan pastikan pelamar memenuhi standar ketentuan yang diharapkan. Calon Penyuluh Agama Islam harus memiliki integritas tinggi, komitmen dalam menjalankan pekerjaan, mumpuni sebagai penyuluh, mampu bekerjasama dan dapat menjadi mitra Kantor Kemenag Kubar dalam menjalankan visi misinya.

Dijadwalkan pelaksanaan seleksi pada hari Minggu tanggal 08 Desember 2019. Hasil catatan panitia disebutkan, saat ini jumlah pelamar mencapai 142 orang. Banyaknya jumlah peserta dari kebutuhan, membuat panitia harus bekerja ketat menyeleksi siapa diantara mereka yang beruntung.

Dengan banyaknya pelamar, panitia juga harus menyediakan tempat pelaksanaan tes, dan masalah ini masih dikoordinasikan dengan pihak madrasah di Melak untuk penggunaan tempat. Bila mencukupi serta pengaturan waktu yang baik, bisa jadi tes tulis dan wawancara akan dilaksanakan di Kantor Sekretariat Kemenag Kubar.

Berdasarksn informasi, tes penyuluh meliputi tes tulis dan wawancara. Tes tulis sendiri dilasanakan selama sembilan puluh menit, disusul dengan wawancara meliputi wawasan kebangsaan, fikih dan ceramah dihadapan panitia seleksi.

Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2019. Bagi mereka yang mumpuni akan diberikan SK Penyuluh Agama Islam serta diberikan honorarium sebesar satu juta pada setiap bulannya. Tentu pemberian honor tersebut harus melampirkan bukti laporan kegiatan di setiap bulannya. (ed)