Rabu, 15 Mei 2013 –
Sidang Putusan PN Sangatta Terhadap Aliran Sempalan

Sangatta – Humas. Pengadilan Negeri (PN) Sangatta akhirnya mengeluarkan putusan pidana kepada Syeh Muhammad Genti atau yang lebih dikenal dengan Bantil atau Guru bantil (sebutan dari pengikut-pengikutnya) selama 2 tahun subsidier 6 bulan dikurangi masa tahanan terhadapnya.

Sidang yang berlangsung di Ruang Utama Pengadilan Negeri Sangatta, Senin (13/05) ini dipimpin langsung oleh Kepala PN Sangatta, Suparman yang menjadi Hakim Majelis dalam persidangan tersebut. Tampak para pengikut dari Bantil pun hadir menyaksikan persidangan dan dikawal langsung oleh Satuan Polisi Resort, Kejaksaan Agung, Satuan Pamong Praja dan Lembaga Adat Kutai untuk menjaga kenyamanan dalam persidangan.

Putusan pidana yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut, sudah termasuk ringan. Hal ini, dari Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Bantil dengan Kurungan Penjara selama 5 tahun. Atas putusan yang dikeluarkan oleh majelis hakim, pengacara terdakwa akan mengajukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi Provinsi Kaltim di Samarinda.

Dalam persidangan tersebut, ada 4 hal yang memberatkan terdakwa. Yaitu, (1). Terdakwa telah menodai agama, (2). Terdakwa telah merugikan orang lain, (3). Terdakwa telah menimbulkan keresahan di masyarakat, dan (4). Terdakwa di nilai berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Putusan hukuman yang diberikan kepada terdakwa berdasarkan saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, yaitu Aini Syahdan, Jimmy dan Djohan yang ketiganya tersebut adalah mantan pengikut setia dari terdakwa. Selain itu pula, terdakwa terbukti melanggar Pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Sementara Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan yang semula didakwakan, tidak terbukti dalam persidangan.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.024652 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 436570
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.