Selasa, 25 Juni 2013 – Kankemenag
PERTEMUAN 10 KUA KAB.BULUNGAN DAN 3 KUA KAB.TANA TIDUNG; Kasi Bimas Islam; Gunakan Dana Operasional sesuai dengan aturan.

Tanjung Selor (Humas), Senin (24/6), Bimas Islam undang 10 Kepala KUA Se – Kabupaten Bulungan dan 3 Kepala KUA Kabupaten Tana Tidung, selain melaksanakan rapat koordinasi dan penyerahan dana operasional 13 KUA, rapat kali ini juga dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bulungan, BAZNAS Kabupaten Bulungan meminta kepada seluruh KUA untuk terus berkoordinasi, serta memantau perkembangan pengelolaan zakat di wilayahnya, para kepala KUA juga diminta untuk membuat laporan pengelolaan zakat, infak dan shodaqah di kecamatannya masing – masing.

Dalam pertemuan ini, KASI Bimas Islam Kemenag Bulungan, H.M. Saleh, S.Ag, M.Pd, mengingatkan kepada kepala KUA dengan telah diterimanya dana Operasional semester pertama ini, semua KUA segera memanfaatkan dana dengan sebaik – baiknya, untuk membiayai kegiatan – kegiatan sesuai dengan program kerja yang telah ada pada KUA, selain itu H. Saleh juga menyerahkan draf rancangan SK Penyuluh Agama Honorer untuk di koreksi kembali oleh KUA Kecamatan, nama – nama yang dicantumkan dalam rancangan SK PAH, sebelumnya di serahkan para kepala KUA kepada Kasi Bimas Islam, dalam pertemuan ini kepala KUA diminta kembali untuk mengoreksi nama – nama penyuluh honorer dengan sebenar – benarnya, jangan sampai nama yang tercantum dalam SK PAH tidak sesuai dengan yang ada di lapangan, pesan beliau.

Selain itu dalam rapat ini, H. Ubid Hadruni, SH, juga memberikan arahan serta materi kepada kepala KUA tentang akan diterapkannya PP. No. 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Jo. Perka BKN No. 1 Tahun 2013, penerapan aturan yang akan dilaksanakan mulai tahun 2014 mendatang segera dipelajari dengan sebaik – baiknya oleh semua kepala KUA, agar tahun depan aturan ini bisa diterapkan dengan baik, kemudian, Seksi Bimas Islam juga memberikan materi tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur di lingkungan Kementerian Agama yang diatur dalam KMA No. 168 Tahun 2010 yang disampaikan oleh staf Bimas Islam, Anggraito, SE. Kian besarnya tuntutan masyarakat akan pelayanan, mewajibkan kepada seluruh penyelenggara negara untuk mampu memberikan pelayanan maksimal, agar mewujudkan kelancaran pelaksanaan tugas bidang keagamaan dan pendidikan keagamaan yang lebih efisien, efektif, transparan, dan akuntabel maka seluruh unit organisasi Kementerian Agama untuk memiliki SOP dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Anggraito menjelaskan SOP memiliki tujuan;

pertama, untuk memberikan kepastian dan keseragaman dalam proses pelaksanaan;

kedua, menunjang kelancaran dalam proses pelaksanaan tugas dan kemudahan;

ketiga, mempertegas tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas bagi aparatur;

keempat, meningkatkan daya guna dan hasil guna secara berkelanjutan dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan;

kelima, memberikan informasi mengenai pelaksanaan tugas yang dilakukan olehaparatur pemerintah secara proporsional;

keenam; memberikan kejelasan dan transparansi kepada masyarakat sebagaipenerima layanan mengenai hak dan kewajibannya.(3r)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.059030 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 438193
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.