Rabu, 10 Juli 2013, 10:35 – Kankemenag
Kemenag PPU: Sosialisasi UU Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat

PPU (Humas), Setiap Ramadhan, maka umat islam diwajibkan mengeluarkan zakatnya, berkaitan hal ini Kementerian Agama menyelenggarakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat, bertempat di Aula Kemenag PPU, Senin (8/7).

Penyelenggara Syariah Kemenag PPU Rofikul Ikhwan yang juga ketua panitia kegiatan mengatakan, dalam rangka menjamin pengumpulan dan pendistribusian zakat tepat sasaran pihaknya mengundang sebanyak 40 orang terdiri pegawai KUA, pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan se-Kabupaten PPU.Rofikul menjelaskan, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha (muzakki) untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahik) sesuai denga syariat islam, oleh karena itu pengelolaan zakat harus dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan dan pengordinasiaan dalam pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“Melihat jumlah umat islam di Indonesia, khususnya di PPU, merupakan penduduk mayoritas muslim, maka diharapkan kedepan jumlah pemasukan zakat semakin meningkat untuk meringankan kebutuhan umat islam yang kurang mampu” ucap Rofikul Ikhwan.Kepala Kantor Kemenag, H.Hakimin menjelaskan dalam pasal 3 UU 23 Tahun 2013 tentang pengelolaan zakat menyebutkan pengelolaan zakat bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

“Mari kita sampaikan kepada masyarakat agar mengeluarkan zakatnya dan untuk instansi sudah berjalan, semoga ini menjadi contoh untuk terus dilakukan oleh yang lainnya,” kata Hakimin.

Selain itu Kepala Kantor meminta agar pengelolaan zakat berasaskan syariat islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas, sehingga penyalurannya tidak salah sasaran.Karena masih ada sebagian masyarakat mengeluarkan zakat kepada orang yang dianggap ada kecocokan dengan rezekinya, bukan dengan pengelola BAZ.Lebih lanjut Hakimin memaparkan bahwa unit pengumpul zakat adalah satuan organisasi yang dibentuk oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu mengumpulkan zakat. ”Kita harap tahun ini pemasukan zakat di PPU bisa mencapai Rp.1,5 – Rp.2 milyar, yang nanti untuk membantu dan meringankan saudara-saudara kita yang kurang mampu,” jelasnya.

Selain zakat fitrah, juga ada zakat maal (zakat harta), dirinya mengharapkan kepada seseorang atau badan yang memiliki emas, perak, logam mulia lainnya, uang dan surat berharga, perniagaan, pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, pertambangan, perindustrian, pendapatan dan jasa atau yang lainnya yang sudah memenuhi syarat untuk dikeluarkan zakatnya agar dapat mengeluarkn zakatnya.

Hadir pada kegiatan tersebut ketua BAZ Kabupaten PPU, Drs,H.Ahmad Usman yang juga sebagai nara sumber sosialisasi zakat, Kepala Seksi Bina Lembaga Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Kaltim, Dr.Puriyadi, M.Si para kepala seksi dan penyelenggara dilingkungan Kemenag PPU.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.034576 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 752759
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.