Jumat, 8 Juli 2011 –
Penyuluh Agama Desain Program Materi dan KURSIL Penyuluhan Agama 2011

Samarinda (hukmas) — Direktorat Penerangan Agama Islam bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Prov. Kaltim, menggelar acara Orientasi Penyusunan Materi Penyuluh Agama di Hotel Radja Samarinda (30/6-2/7). Dihadiri 40 peserta yang merupakan Kasi dan Penyuluh se-Kalimantan Timur.

Dalam laporannya, Ketua Panitia mengatakan Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan semenjak Penyuluh Agama, fungsi pembina majelis taklim dan lembaga dakwah secara formal menjadi binaan Direktorat Penerangan Agama Islam, khususnya Subdit Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam, ini tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Tahun 2010, yang tadinya Majelis Taklim masuk dalam Direktorat Pekapontren.

“Penyuluh Agama selama ini kesulitan dalam menulis materi penyuluhan, baik yang bersifat ilmiah dan populer, sejatinya penyuluh memiliki keahlian dalam menulis dan menyampaikan ide, gagasan, perasaan dan fikiran kepada masyarakat luas, karena dengan keahlian seperti itu akan menembus ruang dan waktu yang lebih luas dan lebih lama”, ujar beliau.

Orientasi ini akan menggunakan metode ceramah, dialog dan diskusi, dimana panitia mengundang narasumber pusat dan daerah, sehingga ada dialog yang akrab dan hangat antara peserta dan narasumber.

Diskusi dipandu oleh panitia dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok akan membahas Draf yang disediakan oleh panitia, yaitu Draf 1 : Materi Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam, Draf 2 : Materi Desain Program dan Kursil buku agama islam pada Majelis Taklim.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Penerangan Agama Islam dalam sambutannya menyampaikan pesan agar peserta dapat menghasilkan Desain Program dan KURSIL (Kurikulum dan Silabus) penyusunan Materi Penyuluhan Agama, Penyuluh Agama juga dapat menyusun regulasi keagamaan, bukan hanya materi agama dan pembangunan, sehingga penguasaan materi regulasi agama seperti UU Haji, UU Perkawinan, UU Zakat, UU Pornografi, UU Produk Halal, UU Wakaf, UU Perbankan Syariah dan lain-lain dapat dipahami. jelas beliau.

Sedangkan Kakanwil, juga menambahkam pesannya kepada peserta agar Dalam menyusun Desain Program Materi Penyuluh harus memasukkan dasar-dasar pembelajaran makna ibadah, seperti Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji sejak usia dini. Ini penting karena banyak anak-anak kita dan dewasa yang menjalankan ibadah hanya untuk menggugurkan kewajiban saja, tanpa mengetahui makna yang terkandung dari ibadah tersebut, sehingga tidak berpengaruh kepada akhlaq atau tingkah laku.

Kakanwil juga mengingatkan, agar penyuluh agama responsif terhadap gerakan aliran sempalan, cepat mendeteksi dan melaporkan ke kantor Kementerian Agama jika ada di wilayah tugasnya terdapat aliran sesat. (zky)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.043756 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 664003
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.