Senin, 30 April 2012, 08:48 – Menag - Wamenag
Menteri Agama RI Silaturahmi dengan Ulama dan Pimpinan Ponpes di Samarinda

Samarinda — Kamis Ba’da Isya (26/04) Menteri Agama RI H. Suryadharma Ali bersilaturahmi dengan Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren di Samarinda, bertempat di rumah dinas Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Farid Wadjdy acara dihadiri jajaran Kanwil Kementerian Agama dan 100 orang undangan.

Menteri Agama RI beserta 17 orang rombongan, terdiri dari Sekretaris Dirjen Bimas Islam, Direktur Perguruan Tinggi Islam, Staf Khusus Kementerian Agama, KH. Nur Muhammad Iskandar, KH. Anwar Iskandar, dan lain-lain.

Diawal arahan, Menteri Agama RI menyinggung tentang banyaknya lembaga pendidikan bertaraf internasional yang mengikuti pola dan metode pendidikan pondok pesantren, misalkan boarding school dalam pesantren adalah asrama, pola komunikasi kyai dan santrinya menjadi contoh lembaga tersebut dalam mendidik muridnya. Ini bermakna bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan terbaik.

Namun saat ini banyak pondok pesantren kurang memperhatikan dinamika ilmu pengetahuan yang berkembang, “pondok pesantren memiliki metode yang baik, namun kekurangan konten pendidikan yang berkualitas, karenannya ponpes harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahun agar tidak tertinggal” ujar Menteri Agama.

Demikian juga dengan pemahaman Al-Qu’ran, tidak hanya berkaitan dengan Akidah, Tauhid, Akhlaq, dan lain-lain, namun juga pemahaman terhadap ayat Al-Qu’ran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, semakin memahami ilmu pengetahuan semakin banyak bukti-bukti kekuasaan Allah atas ciptaannya. “Jika ini diterapkan maka akan mejadi kekuatan umat Islam, namun saat ini kita abaikan” jelas beliau.

Menurut beliau, saat ini ada pemahaman dikotomi atau pemisahan antara agama dan ilmu non agama, padahal sumber ilmu adalah satu yaitu dari Allah SWT, apapun disiplin ilmu yang kita pelajari adalah mempelajari kekuasaan Allah.

Hingga saat ini tidak ada satu ayat Al-Quran yang disalahkan karena tidak sesuai dengan sains dan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya banyak kalangan ilmuwan masuk Islam karena Intelektual mereka terhadap Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Diketahui bersama bahwa saat ini terjadi pergeseran minat mempelajari agama, semangat mempelajari agama mengalami penurunan, ini yang harus diwaspadai bersama. Menteri Agama selalu mengkampanyekan bahwa Madrasah adalah lembaaga pendidkan terbaik dibanding yang lain. Kuriklum Madrasah sama dengan sekolah tetapi Madrasah memiliki kelebihan dalam kurikulum agama yang lebih banyak. Pendidikan agama penting karena ancaman degradasi kejujuran.

Berkaitan hal diatas maka kualitas Madrasah harus ditingkatkan, “Dihadapan para guru-guru di lingkungan Madrasah, saya pernah katakan bahwa saat ini guru pendapatannya meningkat, namun apakah berimplikasi atau berakibat pada meningkatnya kualitas pendidikan? jawabnya BELUM, yang saya lihat adalah ekpetasi atau harapan guru yang meningkat, punya motor ingin beli mobil… hutang ke bank, ingin punya rumah bagus… ngutang ke bank. kesimpulannya adalah meningkatnya pendapatan guru meningkatkan kredit guru di bank” jelas beliau disambut tawa hadirin.

diakhir arahannya, beliau berharap agar umat Islam memperbaiki kualitas SDM.

..... selengkapnya. (zky)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.039690 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 724777
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.