Nilai-nilai Perjuangan Bangsa dalam Bekerja

Monday, 24 Oct 2016, 03:51       Dibaca 349 kali


 


Hari-hari besar kebangsaan nasional penting untuk diperingati baik secara formal melalui seremonial kenegaraan maupun secara tradisional melalui kegiatan-kegiatan kerakyatan yang biasa terjadi terutama bagi generasi muda. Dengan peringatan itu diharapkan generasi dapat memahami sejarah. Sehingga bisa menanamkan etos perjuangan secara estafet bagi generasi berikutnya. “Yaitu perjuangan Bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju, adil dan sejahtera.


Melalui peringatan perjuangan kebangsaan seperti perjuangan kemerdekaan, diharapkan semua lapisan masyarakat dapat mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan yang dilakukan pendahulu Bangsa Indonesia dalam mengorbankan harta, darah, bahkan nyawa, untuk mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan yang kita rasakan saat ini.


“Perjuangan the founding fathers kita, agar dapat diambil sebagai teladan bagi generasi muda. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi.


Bagaimana para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. sehingga problem-problem pelik di bidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat teratasi.


Lihatlah bagaimana mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada kebangkitan nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan sumpah pemuda 28 Oktober 1928, yang akhirnya berbuah manis pada proklamasi 17 Agustus 1945".


Nilai-nilai perjuangan tersebut masih relevan sepanjang masa. Yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan, para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat golongan.


Perjuangan para pemuda dan mahasiswa terumuskan dalam ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan monumental. Perjuangan Bangsa Indonesia belum lagi berakhir karena perjuangan itu adalah abadi, menuju Indonesia maju, berkeadilan, dan sejahtera, berdemokrasi serta bermartabat.


Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa arus globalisasi. Dimana akan diuji daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh, dunia seakan terasa datar.


Momentun hari peringatan perjuangan ini, harus mampu melecut kembali nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air, dan tentunya nilai etos kerja atau semangat bekerja untuk membangun negara dan bangsa ini.


Nilai bekerja yang perlu diteladani adalah berbuat dengan motivasi keikhlasan demi kebaikan bagi banyak orang, bukan untuk kepentingan diri sendiri atau golongan. Dia merasa nilai baik sosial mampu membahagiakan dirinya yang nantinya akan mempengaruhi semangat berbuat atau berprestasi tanpa batas, yang secara alami tanpa mengorbankan orang lain dirinya memperoleh kesejahteraan. Bukan sebaliknya, berusaha untuk kesejahteraan dirinya dengan menghalalkan segala cara sehingga merebut secara paksa kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain, dan tidak berkahlah bagi dirinya, terlihat kaya raya tapi disana-sini segudang permasalahan lain menerpanya.


Jadi nilai bekerja yang baik adalah dengan mengutamakan semangat sosial akan menyejahterakan individual dalam arti sejahtera lahir dan batin, daripada mengutamakan kepentingan individual yang pada akhirnya merugikan bagi individu itu sendiri. Inilah sebagian dari makna ikhlas beramal Kementerian Agama yang harus kita lestarikan dan amalkan.


 



  • Oleh; Dr. Puryadi, M.Si

  • Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan