Kendala Pelayanan Haji, Bagaimana Bid. PHU Bersikap?

Monday, 24 Oct 2016, 04:04       Dibaca 390 kali


Prosesi dan dinamika penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun bukanlah sebuah mimpi dan hasil fantasi dari balik layar fatamorgana. Bukan pula sebuah sejarah yang tiba-tiba muncul kepermukaan. Prosesi dan dinamisasi penyelenggaraan oleh Bangsa ini, khususnya oleh Kementerian Agama adalah kegiatan melayani yang tak pernah berhenti bagi harapan berjuta Muslim yang rindu akan Baitul Atiq, Pusara Muhammad, Masy’aril Haram dan lain-lain di Haramain.


Dalam konteks pelayanan bidang PHU Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian integral yang secara structural melakukan kerja-kerja dan pelayanan sesuai tusi dan inprovisasi di lapangan, jika diukur menggunakan idiom sukses atau tidak dapatlah di lihat dari empat aspek antara lain ; Pertama, Kepala Staf haji di daerah sukses mengantarkan jamaah dari daerah bahkan dari kediamannya ke Embarkasi Balikpapan. Sementara PPIH yang dibentuk berdasarkan SK Dirjen dan buah koordinasi Bidang PHU telah pula berhasil memberangkatkan dari Embarkasi Balikpapan menuju Haramain. Salah satu indikator keberhasilan jamaah haji adalah bagaimana jamaah yang sudah sesuai persyaratan bisa berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ritual ibadah secara baik dan aman. Dan berdasarkan data jamaah haji Kalimantan Timur tahun ini memberangkatkan sejumlah 2,239 dari kouta 2256 hasil pemotongan 20% dari kouta asal 2819 Jamaah.


Kedua, sukses layanan. Selama ditanah air jamaah kita telah mendapatkan berbagai layanan baik langsung maupun koordinatif antara lain ; layanan pendaftaran, pembuatan passport,visa haji, dapih, , layanan pembatalan, Haji khusus dan regular, Pengaduan masyarakat, keuangan haji, dokumen, pembinaan, akomodasi dan transportasi haji, rekrutmen petugas, informasi haji, data dan lain-lain. Di arab Saudi, jamaah haji kita mendapatkan sejumlah layanan, antara lain: katering, pemondokan, transportasi, dan kesehatan. .“Bagaimana mereka mendapat layanan pemondokan, transportasi, dan katering yang bagus. Tidak ada yang kelaparan, tidak ada makanan basi, jamaah yang sakit bisa mendapatkan pelayanan secara baik. Dari hasil pemantauan Kementerian kesehatan jasa boga Embarkasi Balkpapan mendapat predikat baik sekali, walaupun demikian beberapa kondisi kesiapan asrama masih dalam tataran cukup.


Petugas haji yang menyertai jamaah asal Kalimantan Timur telah bekerja secara profesional dan disiplin sehingga dapat mengawal jamaah untuk melakukan ritual ibadah dan perjalanan lainnya secara baik. Dan sejatinya setiap petugas dituntut melayani jamaah secara baik, professional dan bertanggung jawab.


Ketiga, sukses Wukuf di Arafah. Walaupun masih ada jamaah yang harus disafari wukufkan tetapi seluruh jamaah asal Kaltim dapat dipastikan dipastikan bisa menjalani salah satu rukun haji dimaksud, yaitu wukuf di Arafah. Atau dengan kata lain Jamaah yang sehat bisa berangkat ke Arafah, yang sakit disafari-wukufkan, dan yang meninggal dibadalhajikan.


Keempat, sukses pemulangan. Seluruh jamaah haji yang sudah selesai menunaikan ibadahnya juga harus bisa dipulangkan kembali ke Tanah Air. Untuk diketahui, saat tulisan ini diturunkan merespon permintaan Editor majalah Ikhlas Kanwil Kementerian Agama Prov. Kaltim, Sofyan, S.Ag, jamaah haji asal kaltim dari 6 kloter telahpun berada di rumah masing-masing setelah melewati prosesi pemulangan dan penyambutan oleh PPIH Debarkasi Balikpapan dibawah koordinasi bidang PHU. Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa walaupun di dera berbagai musibah dan bencana baik di dalam negeri dengan kualitas udara dengan kabut asap yang terus menebal maupun berbagai prahara dan tragedy Tanah suci, Jamaah Kalimantan Timur dapat melewatinya dengan aman dan terkendali. Inilah barangkali indicator keberhasilan yang telah dilakoni sebagai buah dari attensi, respon, tanggung jawab, dan sikap professional berbagai pihak baik local, regional, nasional bahkan dari dunia internasional khususnya kerajaan Saudi Arabia.


Namun demikian, walaupun proses penyelenggaraan telah memenuhi indicator keberhasilan secara umum, akan tetapi tentu tidak terlepas dari berbagai kendala pelayanan di lapangan, baik pra maupun pasca keberangkatan. Kita sama-sama maklum bahwa dari sisi peta geografis dan theritori Kaltim memiliki wilayah yang luas dengan dampak sebar penduduk muslim yang tidak hanya dapat dijangkau dengan transportasi darat. Tetapi juga laut dan udara. Belum lagi jamaah calon haji kita yang bekerja di ladng-ladang kelapa sawit di wilayah tawao, lahaddato, Sandakan dan sabah. Pada saat pendaftaran belum menemukan masalah yang berarti, akan tetapi pada saat manasik, pelunasan memerlukan tentu perlu informasi yang cepat dan akurat agar hak mereka dapat terlayani secara baik. Masalahnya sering-sering diwilayah-wilayah dimaksud tidak memiliki signal. Belum lagi tradisi masyarakat yang sering mengganti nama mereka. Saat lahir, kawin dan mendaftar bisa jadi berbeda. Oleh karena itu perlu sosialisasi yang baik kepada mereka. Terhadap pelayanan pasca haji kita menghadapi masih banyak PR yang mesti dicarikan formulasi jawaban terhadap berbagai permasalahan. Jika permasalahan tempo dulu (penjajahan) Persoalan utama penyelenggaraan Ibadah haji terletak pada permasalahan keamanan dan terbatasnya fasilitas. Maka menurut hemat penulis di era sekarang ini, seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat dan bertambahnya kesejahteraan serta pendapatan perkapita penduduknya, permasalahan yang timbul kemudian adalah membludaknya kuota haji karena keterbatasan jatah yang diberikan kerajaan Arab Saudi dan banyaknya jamaah waitinglist. Seiring dengan itu pula yang lebih tragis terjadi pula degradasi aplikasi fiqih haji dan dirasakan adanya pendangkalan pemahaman tentang rukun Islam yang satu ini. Bukankah kita meyakini bahwa ibadah haji adalah sebuah perjalanan ritual yang sangat istimewa. Di dalamnya penuh dengan makna-makna hakiki sebuah pribadatan ; perpaduan antara ibadah bathiniah dengan ibadah jasmaniah yang sarat makna. Gerakan-gerakan ritualnya menyiratkan keindahan dimensi spritual yang kadang-kadang sulit ditangkap oleh nalar manusia, namun juga penuh dengan keteladanan yang tidak akan lekang oleh zaman.1


Dari beberapa laporan, pengamatan lapangan dan informasi, mengindikasikan lemahnya pemahaman dan pendalaman jamaah terhadap fiqh dan spritualitas haji. Haji sebagai kekuatan ibadah, social dan as-siyasah belum terinternalisasi secara gradual dan terprogram secara baik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Kita bisa melihat dibeberapa daerah bahwa sistem manasik kita masih “ asyik” dengan model yang terkesan stagnan, miskin metode pembelajaran dan belum berorientasi pada prakondisi pembelajar. Dengan kata lain belum berorientasi pada output dan masih kering dari hal-hal yang bersifat spiritual, pola-pola pembinaan yang kreatif, rekreatif dan berwawasan.


Dari segi bentuk terkesan memang masih konvensional. Belum memanfaatkan pola-pola bina yang kreatif dan inovatif. Sementara dari segi konten tentu belum banyak informasi yang menyuguhkan filosofi dan pemaknaan berhaji secara lebih dalam dengan pendekatan spiritual yang kuat. Sehingga dengannya dapat memberikan daya gugah dan sprit berhaji yang lebih aplikatif, spiritual dan menjadi rahmat bagi semesta.


Oleh karena itu sudah waktunya dilakukan penyiapan produk pola-pola pembinaan dalam bentuk pokok-pokok pikiran, penyusunan materi dan panduan model-model pembinaan, pembuatan buku, Haji Kaltim dalam angka serta penyusunan pedoman teknis pola pembinaan haji dan umrah mandiri yang lebih kreatif, rekreatif, terintegrasi serta filosofis dengan pendekatan budaya serta kemajuan IT sebagai akselerasi menuju jamaah haji dan umrah mandiri dan berkualitas. Dalam hal aplikasi kemudian bidang PHU Kanwil kementerian Agama dengan mendapat dukungan penuh Kakanwil melaksanakan program lomba Cerdas Cermat Haji dan Mushobaqah Syarhil Haji. Wallahu ‘alam


Bekerja keraslah saat kau muda jika tidak mau dipaksa bekerja keras saat kau Tua. = Mario Teguh =


1Nidjam Achmad, HananAlatief, Manajemen Haji . Penerbit Media Cita, hal. Cover Belakang.


 



  • Oleh : Suriansyah Hanafi

  • Kabid PHU Kanwil Kemenag Kaltim