Jamaah Haji Kubar Ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW

Minggu, 28 November 2010 | 12:00       Dibaca 369 kali


Madinah - Tahapan ibadah haji tahun ini yang dilaksanakan di Tanah Suci hampir tuntas. Sebanyak 91 jamaah haji asal Kutai Barat (Kubar) yang tergabung di Kloter 7 gelombang kedua bersama jamaah Kutai Kartanegara (Kukar) dan Berau, Sabtu (27/11) lalu melakukan ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW.

MAKAM Rasulullah berdampingan dengan Makam Abu Bakar dan Umar di Masjid Nabawi, serta Pekuburan Baqe di Madina. Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kaltim Bachrin mengatakan, semua jamaah haji yang kini berada di Madinah sejak Jumat tadi akan terus melakukan arbain atau salat wajib 40 kali atau selama delapan hari.

Tak hanya itu, jamaah haji juga akan melakukan kunjungan ke beberapa tempat terpenting yang sudah diagendakan panitia. Yakni Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan Khandaq/Masjid Tujuh. "Yang pasti kegiatan ini juga merupakan bagian dari ibadah dan semuanya berada di kota Madinah," kata Bachrin, yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kubar, sebelum melepas jamaah haji melakukan ziarah di sekitar Masjid Nabawi.  

Diagendakan pada 4 Desember 2010 jamaah haji akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Dan pada 6 pagi waktu Arab Saudi jamaah haji Kloter 7 ini terbang ke Balikpapan. Tiba diperkirakan pukul 23.00 Wita. Setelah berkumpul beberapa jam di Asrama Haji Batakan Balikpapan dilanjutkan menggunakan dua bus ke Samarinda. Dan pada 7 Desember pagi itu, dilanjutkan lagi menggunakan Kapal Motor Barokah menuju ke Melak, Kubar.

Pantauan Rudy Suhartono, wartawan Kaltim Post yang menyertai ibadah haji, bahwa cuaca di Madinah sangat dingin, ketika jamaah haji di Makkah cuaca sangat panas hingga 45 derajat sementara di Indonesia hanya 40 derajat. Dengan cuaca dingin ini, jamaah haji yang berangkat dari pemondokan ke Masjid Nabawi harus menggunakan pakaian lebih tebal.

Untuk diketahui, perjalanan jamaah Kubar saat meninggalkan Makkah pada 25 November lalu malam sempat terjadi insiden ban depan sebelah kiri bus yang digunakan pecah. Bus yang ditumpangi sekitar 45 jamaah sempat oleng. Karena di jalan lurus di pertengahan Makkah ke Madinah bus sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Tak pelak peristiwa ini membuat jamaah berteriak histeris sembari menyebut Allahu akbar berkali kali. Hampir satu jam jamaah harus menunggu perbaikan ban bus kemudian perjalanan dilanjutkan.

Kejadian ini sudah kedua kalinya. Pertama sehari atau Rabu (27/10) setelah tiba di Makkah dari Jeddah. Jamaah melakukan perjalanan di Jabal Nur ke Jamal Rahman. Panas tinggi yang menyertai perjalanan ban belakang sebelah kanan terkelupas. Ini juga bus sempat oleng. Akibatnya bus tidak bisa dioperasikan, dan diganti dengan bus yang lain. Ketua TKHI Kaltim dr Najmatullah dibantu dua paramedis yakni Budi Suprianto dan Suprianto menyebutkan, dengan cuaca sangat dingin di Madinah, jamaah haji harus banyak beraktivitas supaya rasa dinginnya dapat terkurangi. Selain itu jamaah juga disarankan banyak minum air mineral. "Hingga kini penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (Ispa) seperti batuk flu masih banyak yang diderita jamaah haji," kata Najmatullah. Meski demikian pelayanan kesehatan tetap dilakukan.  Demikian juga jamaah yang memiliki risiko tinggi (risti) karena lanjut usia akan terus dipantau kesehatannya.