Tahun Baru Islam Sebagai Instropeksi Diri

Rabu, 08 Desember 2010 | 12:00       Dibaca 304 kali


Tahun Baru Islam 1432 H di Masjid Islamic center Samarinda, dihadiri ribuan jamaah. Acara yang mendatangkan KH. Ahmad Bakri dari Banjarmasin dilaksanakan pada; Senin, 6/12, kemarin.

Jamaah yang memenuhi lantai 2 nampak hikmad mendengarkan ceramah yang disampaikan guru Bakri ( guru;julukan tokoh agama; Banjarmasin). Hadir pula, Wagub Kaltim Farid Wadjdy, H. Fahkrudin Wahab (Imam Besar Islamic Center), H.M. Rasyid, S.Pdi. Ketua I Panitia PHBI.

Farid Wadjdy mewakili Gubernur Kaltim, sambil mengucapkan selamat tahun baru Islam, dia menghimbau kepada para jamaah, “agar tetap bangun kebersamaan untuk mewujudkan Kaltim green,. Banyaknya kerusakan dan bencana alam harus menyadarkan manusia untuk peduli terhadap lingkungan”. katanya.

Guru Bakrie, begitu beliau dipanggil. Dalam tausiyahnya meminta untuk selalu mensyukuri nikmat sehat yang diberikan Allah, moment dan tahun baru Islam merupakan hal yang sangat baik berkumpul dimasjid.

Menurutnya “Umat Islam saat ini mengikuti jejak orang kafir saat perayaan tahun baru masehi dengan kegiatan yang menjauhkan diri dari Allah, hal ini sudah diprediksi oleh Rasulullah dalam sebuah hadist bahwa umat islam akan mengikuti jejak orang kafir sejengkal demi sejengkal, hasta demi hasta hingga akhirnya mencapai kekafiran”.

Diakhir ceramahnya dia berpesan 3 hal yang harus direnungkan dalam akhir tahun ini;

  1. Instropeksi diri atas umur yang sudah dijalani, waspada terhadap sisa umur akan dihadapi dengan lebih bertaqarrub kepada Allah SWT.
  2. Menyadari ada 100 nikmat yang diberikan Allah, satu nikmat diberikan kedunia yang fana, dan 99 nikmat yang bersifat kekal akan diberikan Allah di Akhirat bagi orang yang beriman;
  3. Lihat ke masa Hijrah Rasulullah dan maknanya bagi kita untuk hijrah ke perbuatan yang lebih baik.