Waktu Azan di Kaltim agar Diseragamkan

Rabu, 20 April 2011 | 11:00       Dibaca 394 kali


Samarinda (Hukmas) - Melalui Bidang Urais, Kanwil Kementerian Agama mengundang Media Cetak, Radio, Pengurus Mesjid, Dewan Mesjid, dan Lembaga Islam lainnya untuk mengikuti rapat terbatas Penyeragaman Waktu Azan di Mesjid, Radio, Statiun Televisi lokal di Wilayah Kalimantan Timur. Bertempat di Ruang Rapat Mapenda (14/04) ini dilakukan karena ada sejumlah masjid atau tempat ibadah umat Islam yang melaksanakan shalat dengan waktu yang berbeda, sehingga perlu penyeragaman sesuai dengan jadwal yang diterbitkan Kementrian Agama di masing-masing kabupaten/kota. "Waktu azan dan shalat bisa berpatokan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) dan TVRI di setiap kabupaten/kota," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim, HM Kusasi melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Drs. H. Elbadiansyah di kantornya kemarin. Beliau menjelaskan, pantauan Kanwil Kementerian Agama Kaltim, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota, terjadi ketidakseragaman waktu shalat yang ditandai dengan kumandang azan yang berbeda waktunya, karena sejumlah kendala teknis, misalnya perbedaaan ketepatan alat penunjuk waktu (jam) antara masjid dan terlambatnya pengelola masjid melaksanakan azan. "Selama ini terjadi ketidakseragaman waktu shalat. Sebelum shalat dikumandangkan azan, tetapi pelaksanaan azan ini berbeda antara masjid. Perbedaan ini sangat mengganggu, karena ada masjid yang terlambat azan hingga lima sampai sepuluh menit dari jadwal yang ditetapkan. Namun tidak ada unsur kesengajaan" ujarnya. H.Elbadiansyah menambahkan, dengan perbedaan waktu shalat ini, sangat mengganggu bagi sebagian tempat ibadah yang letaknya berdekatan. Karena, ada tempat ibadah yang baru mengumandangkan azan sementara yang lainnya sudah selesai shalat. Dia minta masyarakat untuk berpatokan pada jadwal shalat yang dikeluarkan Kementerian Agama dimasing-masing kabupaten/kota yang diperbarui setiap tahun dan jangan menggunakan jadwal shalat yang dijual di pasar atau yang dikeluarkan pihak tertentu. Mengatasi masalah ini, Kantor Kementerian Agama akan menyebarkan jadwal shalat untuk 2011 kepada seluruh masjid dan tempat ibadah di Kaltim. Selain itu, menjadikan Radio Republik Indonesia (RRI) di setiap kabupaten/kota sebagai acuan waktu Azan dan shalat di tempat masing-masing. "Kami juga meminta bantuan media baik cetak maupun elektronik untuk membantu menyebarluaskan waktu shalat ini dengan menampilkan jadwal waktu shalat setiap hari di halaman media cetak. Mudah-mudahan ini dapat membantu keseragaman waktu salat kita," harapnya. (zky)