Kasi PHU Dampingi Kanwil Monitoring Travel di Bontang

Kamis, 05 Oktober 2017 | 17:46       Dibaca 131 kali

Pemeriksaan berkas di Duta Travel Bontang

Bontang (Inmas) - Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), H Ali Mustofa, Selasa (3/10) lalu turut mendampingi Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, H Jahran, mendatangi salah sati biro travel di Kota Bontang yang menyelenggarakan paket perjalanan haji dan umrah.

Kunjungan kali ini adalah untuk memonitoring biro-biro travel penyeleggara ibadah haji dan umrah sebagai upaya menghindari adanya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terkait maraknya isu biro travel yang melakukan penipuan terhadap calon jamaah setelah munculnya kasus penipuan dari First Travel di Jakarta. Melalui paket murah dan janji manis yang berujung terhadap penipuan dengan gagalnya memberangkatkan calon jamaah.

Biro travel yang dikunjungi adalah Duta Travel atau PT. Duta Adhikarya Bersama yang terletak di Jalan MT Haryono No.12 A, Kelurahan Api-Api Kecamatan Bontang Utara. Disambut langsung oleh pimpinan bira travel, Fitriadi, tim kemudian memulai monitoring dengan memeriksa kelengkapan berkas yang dimiliki oleh Duta Travel.

Dari hasil monitoring ditemui bahwa saat ini Duta Travel masih menjadi cabang dari KAHA Tour and Travel yang terletak di Jakarta. Untuk pelaksanaan umrah sendiri travel ini sudah memberangkatkan sekitar 100 jamaah melalui paket yang diberikan. Namun jika ingin berdiri sendiri pihak manajemen travel diminta untuk melengkapi berkas yang diperlukan. Salah satunya hasil audit internal dari auditor independen, izin dari Dinas Pariwisata, dan jaminan keuangan.

"Semua travel yang terdaftar maupun tidak terdaftar akan terus kami pantau perkembangannya. Kepada masyarakat juga kami minta agar selalu waspada dan berhati-hati dalam memilih biro travel perjalanan haji dan umrah. Jangan sampai tergiur dengan harga-harga miring ataupun promo paket murah yang jumlahnya dibawah standar Kemenag. Masyarakat juga bisa berkonsultasi dengan kami, nantinya akan kami berikan data biro travel mana saja yang sudah terdaftar dan memiliki izin," Jelas H Ali Mustofa usai monitoring. (scl/ist)