Semarak Peringatan 1 Muharram 1441 H di MTs Negeri Samarinda

Senin, 09 September 2019 | 10:25       Dibaca 10 kali

Siswa dengan hikmat mendengarkan tausiah dari Gus Arifin Nurdin,S.Ag di lapangan MTs N Samarinda

Samarinda (Madrasah) – Tahun Baru Hijriyah tahun ini jatuh pada tanggal 1 September 2019. Dalam memperingati tahun baru ini, MTs Negeri Samarinda mengadakan kegiatan pengajian dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda Islam yang Berimtaq, Cerdas, dan Berkarakter untuk Indonesia yang Lebih Maju dan Bermartabat”. Acara dilaksanakan hari Sabtu (31/8), di halaman MTs Negeri Samarinda.

Kepala Masrasah Bapak Irfan Anshori Masdar, M.Pd, mengatakan, "Zaman globalisasi ini, perkembangan teknologi yang sangat pesat dapat  menyebabkan penurunan nilai-nilai agama pada remaja muslim. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa keimanan dan ketaqwaan remaja muslim harus selalu dijaga agar pengaruh negatif dari perkembangan teknologi yang mendorong pada kemaksiatan dapat terhindar."

Sebelum dimulai acara, siswa dihibur oleh anggota habsi dengan melantunkan beberapa lagu bertema religi. Penampilan yang penuh percaya diri cukup membuat meriah suasana. Kemudian acara dimulai dengan pembukaaan, dilanjutkan dengan beberapa sambutandan di akhiri dengan doa.

Gus Arifin Nurdin, S.Ag. selaku narasumber memberikan ceramah yang sangat menarik tentang makna tahun baru Islam. "Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah," ucapnya.

Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, tambah Gus Arifin, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani dalam arti kiasan disini, adalah hijrah nafsiah dan hijratul amaliyah, yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Makna dari peringatan tahun baru Islam setiap tanggal 1 Muharram, lanjut Gus Arifin, menjadi momen hijrah atau perpindahan dari keburukan menjadi kebaikan. Selain itu juga dapat menjadi pengingat agar kita senantiasa bermuhasabah, mengevaluasi diri atas segala kekurangan dan kelemahan kita sebagai manusia biasa yang kadar keimanannya sering naik dan turun.

Drs. Ismail, ketua panitia, menyampaikan tujuan peringatan tahun baru Hijriah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Serta mampu membentuk generasi yang cerdas otak dan kepribadian guna menghadapi perkembangan dan tantangan zaman.(WS)