Jelang Terima Kloter Terakhir, PPIH Debarkasi BPN Evaluasi Semua Bidang Layanan

Minggu, 15 September 2019 | 14:12       Dibaca 98 kali


Balikpapan (Inmas Kwl) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Balikpapan sedikit lagi akan menyelesaikan tugas melayani jamaah haji tahun ini. Kloter 15 yang akan tiba sore nanti adalah Kloter pamungkas yang diterima Debarksi BPN. Terkait hal tersebut maka PPIH menggelar rapat evaluasi semua bidang layanan dan pihak terkait selama pemulangan 15 Kloter jamaah haji, Minggu (15/09).

Kakanwil Kemenag Kaltim H. Sofyan Noor selaku Ketua PPIH memimpin langsung jalannya rapat yang dimulai tepat pukul 10.00 di ruang rapat UPT Asrama Haji BPN. Mendampingi Ketua PPIH, Sekretaris PPIH H. Abdul Khaliq dan Kabid Akomodasi dan Konsumsi PPIH H. Samsul Anam.

Satu persatu bidang layanan dievaluasi kinerjanya. H. Norman selaku Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan jamaah menyimpulkan bahwa tahun ini proses pemulangan jamaah haji lebih baik dari sebelumnya. Untuk kurangnya paspor pada beberapa Kloter, kedepan akan lebih ditekankan lagi agar Ketua Kloter mengumpulkan paspor jamaah sebelum keluar dari pesawat.

Dari pihak Garuda, kendala teknis terjadi karena masalah koordinasi antara petugas di Madinah dengan Balikpapan sehingga data manifes tidak sama, tapi hal ini masih bisa diklarifikasi. Terjadi keterlambatan namun masih dalam batas tolerasi tidak melebihi 2 jam. Delay paling lama adalah 1 jam 45 menit, yang dialami tidak selama debarkasi lain karena armada pesawat dalam kondisi baik.

Kedatangan Kloter 13 dan 14 yang hampir bersamaan juga dievaluasi. Otoritas Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan berharap kedepan jadwal dapat disusun lebih baik lagi. Ini terkait dengan kapasitas terminal kedatangan dan asrama haji. Namun demikian, pihak UPT mengatur agar dapat menampung 2 Kloter ini.

Sementara itu dari Bidang Kesehatan, H. Sabilal Rasyad sampaikan bahwa jamaah yang rawat jalan di Debarkasi sejumlah 102 orang, 11 orang dirawat di Arab Saudi, dan 15 orang meninggal dunia. Baik yang dirawat maupun meninggal adalah jamaah Resiko Tinggi (Risti) dengan rentang usia antara 56 - 89 tahun.

Pihak Imigrasi, Bea Cukai, Keamanan maupun akomodasi menyampaikan hal senada bahwa secara umum proses pemulangan jamaah berjalan dengan baik. Beberapa kendala teknis dapat diselesaikan dan tidak mengganggu keseluruhan proses. Perwakilan PPIH Kaltara, Sulteng dan Sulut pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PPIH Debarkasi BPN yang telah melayani jamaah dengan maksimal. (Nop)