Silaturahim Kakanwil Dan Polda Kalimantan Timur Bahas Pembentukan Satgas Umroh

Senin, 23 Maret 2020 | 12:18       Dibaca 81 kali

Foto Bersama Kapolda Kalimantan Timur dan Kakanwil Beserta Tim Pelaksana

Balikpapan, (Humas kwl), Kasus penipuan terhadap jamaah umrah oleh biro perjalanan bodong yang marak, mendorong pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bersama. Satgas yang beranggotakan sembilan kementerian dan lembaga ini menjalankan fungsi pencegahan, pengawasan, dan penanganan masalah umrah, termasuk menghindari publik dari penipuan.

Pembentukan Satgas Umrah lahir lewat penandatanganan perjanjian bersama oleh sembilan menteri dan kepala lembaga, terdiri dari menteri agama, menteri perdagangan, menteri luar negeri, menteri hukum dan HAM, menteri pariwisata, serta menteri komunikasi dan informatika. Lalu, Kepala Kepolisian RI (kapolri), kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Menyikapi hal tersebut,Kepala Kanwil Kemenag Prov.Kalimantan Timur H.Sofyan Noor, Kamis,(19/03) didamping Kabid haji dan Umroh, H.Ridani, MM, Kabid Pendidikan madrasah H. Hakimin, beserta tim pelaksana bersilaturahim bersama Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Muktiono dalam rangka membahas tentang Rencana Pembentukan Satgas Umroh di Kalimantan Timur.

H.Sofyan Noor dalam silaturahim ini, mengawali dengan membuka pembicaraan tentang kasus yang perjalanan Umroh bodong yang marak saat ini. Dan untuk melindungi Jamaah umroh di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur makanya sangat diharapkan dengan segera adanya pembentukan Satgas Umroh di Kalimantan Timur.Dengan harapan bisa menekan penipuan-penipuan atas nama ibadah keagamaan. Dan ini sangat miris, ujar H. Sofyan Noor.

Sementara itu, Irjen Pol Muktiono selaku Polda Kalimantan Timur menyambut baik kunjungan silaturahim dimaksud dengan harapan Pembentukan satgas Umroh ini segera ditindaklanjuti sebagai wujud perlindungan kepada jamaah umroh di Kalimantan Timur. Satgas ini akan bekerja berdasarkan pengaduan, temuan, dan laporan dari masyarakat.
Irjen Pol Muktiono juga berharap Keberadaan Satgas Umrah juga bisa menekan jumlah kasus penipuan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Modus yang mereka jalankan adalah menawarkan paket umrah dengan harga miring. Alhasil, banyak calon jemaah yang kepincut. Tapi, setelah menyetor uang, kebanyakan dari mereka tidak jadi berangkat umrah.
Makanya, Satgas Umrah akan mengidentifikasi PPIU yang beroperasi di Indonesia. Bila menemukan PPIU resmi dan legal tapi melakukan pelanggaran, Kementerian Agama bakal menjatuhkan sanksi ke mereka. Sedang untuk PPIU tak berizin, langsung dijerat dengan pasal penipuan dan ditangani oleh kepolisian.

Disela sela silaturahim , Kapolda dan Kakanwil juga menyempatkan diri untuk membahas tentang kasus yang lagi marak sekarang yaitu kasus virus corona. Kapolda berpesan agar segala aktivitas yang berkaitan dengan keramaian dan lain sebagainya untuk sementara waktu di tunda. Dan menurut Kakanwil, Kementerian Agama Prov. Kalimantan Timur telah mengambil keputusan segera dengan memberikan waktu kepada siswa madrasah untuk belajar di rumah masing-masing dan menunda pelaksanaan UAMBN yang sedang berlangsung di madrasah. (ina)