Seksi Pendis Gelar Rapat Teleconference Bersama Pengawas

Rabu, 01 April 2020 | 08:01       Dibaca 124 kali

Kasi Pendis pimpin rapat bersama staf dan pengawas fungsional via teleconference

Bontang (Humas) - Usai mengikuti rapat teleconference bersama pejabat lainnya yang dipimpin oleh Kepala Kankemenag Kota Bontang H. Muhammad Isnaini, Selasa (31/03) kemarin, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Sultani langsung menggelar rapat yang diikuti oleh staf serta pengawas fungsional RA/Madrasah dan PAI. Rapat tersebut untuk sosialisai sekaligus menindaklanjuti hasil rapat bersama pimpinan terkait kebijakan perpanjangan WFH yang sebelumnya hanya sampai 31 Maret menjadi 21 April.

"Sesuai hasil rapat bersama para pejabat Kankemenag Kota Bontang bahwa untuk sistem kerja WFH diperpanjang hingga 21 April. Untuk itu kepada semua staf dan pengawas agar tetap melaksanakan tugas dari rumah sambil menunggu instruksi selanjutnya jika ada perubahan dan tetap waspada dengan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama masa WFH. Laporan kinerja harian juga tetap dibuat seperti biasanya dan dikirim langsung ke Kasi Pendis. Untuk absensi seperti sebelumnya tetap dilakukan sebagaimana instruksi kepala kantor melalui bagian kepegawaian," tukas Sultani dalam arahannya.

Pembahasan dilanjutkan dengan hasil pelaksanaan program Seksi Pendis pada Triwulan I dimana topiknya antara lain adalah terkait pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), insentif guru madrasah, absensi guru PAI dan RA/Madrasah serta updating data EMIS. Masing-masing staf dan pengawas lalu memberikan laporan hasil kerja selama masa WFH sesuai tupoksi yang sudah diinstruksikan. Laporannya antara lain berkaitan dengan SKMT guru penerima TPG, data siswa untuk kekurangan BOS BOP, proses verifikasi guru penerima insentif, proses pencairan TPG guru, kelengkapan berkas guru penerima TPG dan updating data EMIS dan SIAGA.

Terkait updating data, Sultani menginstruksikan agar prosesnya terus dipantau baik di aplikasi EMIS maupun siaga untuk menjaga jangan sampai ada guru yang tidak melakukan update datanya. Begitupun dengan data siswa penerima BOS BOP yang kurang untuk segera diingatkan madrasahnya berikut data gurunya. Usai mendengar laporan dan memberikan instruksi kepada staf dan pengawas rapat ditutup dengan pesan untuk tetap menjaga koordinasi dan komunikasi selama masa WFh berlangsung. (scl)