Temui Gubernur, Kakanwil Laporkan Kegiatan Kemenag Kaltim Selama Pandemi

Kamis, 14 Mei 2020 | 03:53       Dibaca 125 kali

Kakanwil Kemenag Kaltim Sofyan Noor (Kiri) Saat Bertemu Gubernur Kaltim Isran Noor (Kanan), Rabu (13/05).

Samarinda (Humas Kwl) - Kakanwil Kemenag Kaltim Sofyan Noor bersilaturahmi dan menyampaikan laporan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program dan kegiatan Kemenag Kaltim dalam situasi pendemi Covid-19 kepada Gubernur Kaltim Isran Noor, Rabu (13/5). Didampingi oleh Kabag Tata Usaha Mohlis, Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi Rudi Kartono dan Kepala MAN 1 Samarinda Ummi Puji Astutik, Kakanwil melaporkan sedikitnya empat hal penting.


Pertama Sofyan Noor sampaikan penanganan Kasus Covid-19 di Kemenag Kaltim. Dilaporkan bahwa Kanwil telah membentuk tim pokso siaga Covid-19 Kanwil Kemenag Kaltim dan seluruh Kemenag Kabupaten/ Kota. Selama pandemi, kegiatan pelayanan di kantor dilakukan sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19. Langkah pencegahan penyebaran diupayakan dengan memberikan vitamin penambah daya tahan tubuh dan masker kepada seluruh pegawai di Kanwil Kemenag Kaltim. Terkait situasi ini juga telah dilakukan penghematan anggaran sebesar 13.549.732.000,- (Tiga Belas Milyar Lima Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Dua Juta Rupiah).


Kedua, mengenai pelaksanaan ibadah jamaah haji tahun 1441 H proses pelunasan BPIH jamaah haji telah memasuki tahap ke-2 mulai tanggal 12 s.d 30 Mei 2020. Hingga 12 Mei 2020 tercatat jumlah jamaah sebanyak 2.565 orang, yang sudah melunasi 2.275 orang (88,08 %) dan belum lunas masih 308 orang.


Selanjutnya disampaikan pula hasil rapat kerja secara virtual Kemenag RI dengan Komisi VIII DPR RI, pada Senin 11 Mei 2020. Kemenag mengusulkan batas waktu terakhir menunggu kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1441 H/ 2020 M dari Pemerintah Arab Saudi adalah pada tanggal 20 Mei 2020 atau pada akhir bulan Ramadhan tahun 1441 H. Untuk ini Kemenag siapkan dua skenario: pertama, penyelenggaraan haji tahun ini dilaksanakan dengan pembatasan yang diperkirakan terpangkas hingga 50% dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social distancing. Kedua, haji tahun ini tidak diselenggarakan, skenario ini menggunakan asumsi bahwa kondisi Tanah Suci belum memungkinkan untuk penyelenggaraan haji sebagaimana tahun-tahun biasanya, atau pemerintah Arab Saudi menutup pintu bagi jemaah haji dari negara mana pun.


Terakhir dilaporkan perkembangan proses hibah lahan Pemprov. Kaltim kepada Kementerian Agama untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sarana prasarana pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Samarinda. (rd/ Editor: Nop)