Inul, Lari Ke Gunung Demi Ikut E-Learning

Senin, 18 Mei 2020 | 08:51       Dibaca 75 kali

Inul sedang duduk di pinggir jalan dengan beralaskan tanah sambil bersila, sementara tangan kanannya memegang ponsel dan memangku buku

Berau (madrasah) - Pandemi covid-19 membuat semua aktifitas menjadi berubah. Termasuk aktifitas belajar. Semua sekolah melakukan Belajar di Rumah (BDR). Itu adalah kenyataan yang ada. Inul, seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Berau harus mencari sinyal ke atas gunung demi mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap 2020.

Ini merupakan sebuah kisah haru tentang perjuangan seorang pelajar MAN Berau yang berasal dari kampung Buyung-buyung Kecamatan Tabalar Kabupaten Berau. Inul, nama yang cukup singkat, pelajar kelas sepuluh IPS 3, harus rela keluar dari kampungnya ke atas gunung yang berjarak 3 km dari rumahnya demi mengikuti PAS Genap dengan mode E-Learning. Meskipun Inul mampu melakukannya, namun wali kelas khawatir jika pada saat ujian sedang terjadi hujan deras atau ada sesuatu yang menghambat untuk begabung dengan PAS dari kampungnya.

Buyung-Buyung memang bukan termasuk kampung yang jauh dari kota kabupaten Berau. Jaraknya kurang lebih tiga jam dengan naik angkutan umum. Menurut salah seorang tokoh penduduk setempat, Andi Zulkarnain, yang dihubungi oleh humas MAN Berau (05/18) mengatakan bahwa kampungnya sebenarnya sudah pernah diusahakan dibangun tower di sana. Namun, setelah pemilihan lahan yang ditentukan, si pemilik lahan tidak mengijinkan untuk dibangun tower di tanahnya. Kebetulan pemilik tanah yang dipilih dekat dengan rumah warga tersebut tidak bersedia untuk didirikan tower disana karena takut towernya roboh dan menimpa rumahnya. Sementara domografi kampung tersebut terdapat banyak pohon kelapa yang menjulang tinggi. Kemungkinan alasan tersebut yang menyebabkan tidak adanya sinyal internet di sana. Padahal kampung Buyung-Buyung adalah satu-satunya kampung yang paling padat penduduknya di Kecamatan Tabalar.

Semoga, ke depannya, pemerintah kabupaten Berau bisa mencari solusi atas permasalahan jaringan internet di daerah tersebut. Karena, kapung yang paling jauh di Kabupaten tersebut sudah terjangkau oleh jaringan internet seperti Pulau Maratua dan Biduk-Biduk. Sementara Tablar yang lebih dekat, semestinya sudah seharusnya lebih dulu punya agar program BDR tetap bisa berjalan dan merata di seluruh wilayah Indonesia. (ali04)