Walau di Tengah Wabah Covid19, MIN 2 Kutim Tetap Ikuti Aturan

Selasa, 19 Mei 2020 | 20:22       Dibaca 45 kali


Kutai Timur (Humas). Wabah pandemi virus Covid-19 di Indonesia saat ini belum sepenuhnya tuntas. Masih banyak laporan yang menyatakan angka gejala positif terjangkit wabah tersebut pada warga di tiap daerah di Indonesia.

Dampak dari pandemi ini sendiri tentu terasa di segala bidang, tak terkecuali di dalam dunia pendidikan saat ini. Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pun mengubah sistem pembelajaran bagi siswa-siswi madrasah guna menghindari dan memutus mata rantai penyebarannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Timur, H. Nasrun didampingi Kasubbag Tata Usaha, H. Nanang Gazali dan Kasi Pendidikan Islam, H. Abdul Majid sendiri dalam kunjungan di Kec. Sangkulirang pada Selasa (19/05) menyempatkan berkunjung ke MIN 2 Kutai Timur sekaligus bersilaturahmi kepada dewan guru Kemenag yang berada di kecamatan tertua dan memiliki sejarah panjang di Kalimantan Timur.

Dalam pertemuannya ini, H. Nasrun mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang bertugas di Kec. Sangkulirang, yang terus memantau pelaksanaan program pembelajaran siswa-siswinya walaupun pelaksanaannya harus dilaksanakan dirumah masing-masing menggunakan sistem pembelajaran daring.

Saat ini, Kemenag RI tengah mengembangkan sistem akademi madrasah digital tahun 2020. Hal ini dilakukan guna mengembangkan kreativias siswa saat melakukan sistem pembelajaran dari rumah untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Tentu tujuannya menyiapkan generasi Indonesia unggul yang siap menghadapi era revolusi industri mendatang.

Pengawas Madrasah dan RA, Armiansyah didampingi Kepala MIN 2, Masitah sendiri menyampaikan laporannya bahwa selama masa pandemi ini sistem pembelajaran di Kec. Sangkulirang dan kecamatan di sekitarnya terus dilaksanakan namun tetap mengikuti aturan. Dimana proses pembelajarannya sendiri dilaksanakan dirumah masing-masing menggunakan sistem aplikasi digital dan tetap didampingi pula oleh orang tua siswa. Adapun program penerimaan murid baru, di MIN 2 sendiri tetap menerima siswa baru dengan sistem pendaftaran online. Ungkapnya. (fd)