Kakanwil Kemenag Kaltim Tandatangani MoU dengan Kadis Sosial

Jumat, 12 Juni 2020 | 21:30       Dibaca 126 kali

MoU Pembinaan Keagamaan dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur

Samarinda (Humas Kanwil) - Kakanwil Kemenag Kaltim H. Sofyan Noor, Kamis siang (11/6), menandatanagi MoU atau nota kesepahaman dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim, HM Agus Hari Kesuma, terkait kerjasama pelaksanaan pembinaan keagamaan terhadap anak asuh di UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH) Samarinda. Acara dilaksanakan di Aula Asran Bulqis Dinas Sosial Kaltim Jl Basuki Rahmat Nomor 76 Samarinda.

Kadis Sosial Kaltim, menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan usulan program inovasi yang akan dikembangkan kepada seluruh UPTD yang ada di Kalimantan Timur, HM. Agus HK memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Kanwil Kemenag Kaltim menjalin kerjasama dengan kami dalam hal pembinaan keagamaan terhadap anak asuh di UPTD PSAAH yang nantinya akan dikembangkan kegiatan serupa di 4 UPTD lainnya dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim.

Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakah hal yang sangat penting dalam merehab dan membangun mental anak asuh pada UPTD dengan tujuan akhir meningkatkan Iman dan Taqwa. Untuk mewujudkan hal tersebut di seluruh UPTD maka Dinas Sosial akan melakukan assesmen terhadap kesiapan sarana dan prasara di UPTD lainnya untuk mendukung pelaksanaan program-program yang terkait pembinaan keagamaan ini. Untuk diketahui terdapat 5 UPTD yang dibina oleh Dinas Sosial Kaltim, yaitu PSKW Harapan Mulia, PSAA Harapan Samarinda, PSPA Dharma, PSBR Samarinda, PSTW Nirwana Puri Samarinda.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Kaltim, H Sofyan Noor, dalam sambutannya menegaskan kesiapan Kementerian Agama untuk membantu melayani program pembinaan keagamaan di UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim. “Pada intinya kami siap untuk dengan penandatanganan MoU ini, meski sebenarnya selama ini antara Dinas Sosial dengan Kemenag sudah bekerjasama, artinya MoU ini semakin memantapkan kerjasama dalam dalam pembinaan keagamaan terhadap anak asuh yang notabene merupakan generasi penerus bangsa, kita ditakdirkan sebagai makluk sosial yang saling membutuhkan, jadi sudah sewajarnya saling membantu,” jelasnya.

Pada kesempatan itu pula, Kakanwil menekankan satu pesan penting yang juga sudah pernah disampaikan kepada seluruh guru di Madrasah dan juga berlaku pada pembina anak asuh di Dinas Sosial, yaitu jangan diskriminatif dalam memberikan perhatian kepada seluruh siswa atau anak asuh.

"Bahwa anak itu berpotensi menjadi nakal, namun juga berpotensi menjadi baik", ungkap Kakanwil. Menurutnya ini dipengaruhi oleh pola pendidikan dan lingkungan. "Sebagai contoh, katakan guru diskriminatif lebih memberi perhatian kepada yang lebih pintar, lebih cantik dan tampan atau lebih kaya, namun disatu sisi tidak untuk anak didik yang kurang pandai, jelek dan miskin maka itu akan menjadi potensi dendam, kecewa yang memberi dampak buruk dikemudian hari, karenanya hindari diskrimnatif dalam pendidikan dan pembinaan", terangnya.

Karena itu, pesan Kakanwil kepada jajaran Dinas Sosial agar tidak menyerah dan tetap optimis dalam membina anak asuh dalam memperbaiki mental dan masalah sosial, karena anak asuh berpotensi untuk menjadi baik juga. "Kementerian Agama akan membuka pintu lebar dalam membantu, melalui Seksi Penerangan Agama Islam di Kanwil dan daerah, Penyuluh PNS dan Honorer serta guru agama di seluruh Kaltim siap membantu program ini", jelas Kakanwil.

Tampak hadir mendampingi Kakanwil saat penandatangan MoU adalah Plt. Kabid Bimas Islam H. Hakimin, Kasi Penerangan Agama Islam H. Mulyadi beserta staf teknis di Bimas Islam. (Penulis/Foto:zky)