Jelang Dibukanya Ponpes, Kakanwil : Tetap Perhatikan Surat Edaran Menag

Kamis, 18 Juni 2020 | 06:31       Dibaca 252 kali


Samarinda (Humas Kwl) - Pada Selasa (16/06) Sore, melalui sambungan teleconference Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur H. Sofyan Noor kembali menghadiri Kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NgoPi) via aplikasi Zoom. Kegiatan tersebut dilaksanakan sehubungan dengan akan diselenggarakannya kegiatan kesiapan peserta didik pondok pesantren di masa pandemi.

Selain H. Sofyan Noor, turut  pula dihadirkan sebagai narasumber adalah H. Imam Syafe’i selaku Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan H. Abd. Hamid selaku Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam. Sedangkan jumlah undangan mencapai 225 orang yang berasal dari Pejabat Kanwil, Kemenag Kab/Kota, dan Pondok Pesantren.

Membawakan materi ‘Penguatan Kapasitas Pengelolaan Pondok Pesantren di Masa New Normal’, H. Sofyan Noor di awal menyampaikan bahwa semua pihak harus tetap memperhatikan serta mematuhi surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Agama untuk melaksanakan protokol Covid-19 pada masa era new normal.

Selanjutnya beliau mengajak seluruh pihak yang hadir agar percaya kepada Ponpes jelang diselenggarakannya kegiatan kesiapan peserta didik pondok pesantren di masa pandemi. “Mari kita percayakan kepada Ponpes, bahwa pondok itu mampu menjaga lingkungan mereka,” ucapnya.

Sebelum mengakhiri materi yang dibawakannya, H. Sofyan Noor ingatkan agar bisa menjaga hubungan baik dengan seluruh Ponpes di Kalimantan Timur yang berjumlah 145. Tak lupa ucapan terimakasih ia haturkan kepada para Kiyai atas semangat gotong royong dan dukungannya di masa pandemi seperti ini.

Sementara itu, pada kesempatan berikutnya Imam Syafe’i mengatakan bahwa new normal pada pesantren hanya berdampak pada pola hidup, tidak berdampak pada kekhasan tradisi akademik pesantren.

Pria kelahiran Jember 54 tahun lalu ini juga membeberkan upaya mendukung new normal pesantren. Diantaranya yang pertama adalah memberikan bantuan operasional pesantren. Kedua, memberikan bantuan pembelajaran daring bagi pesantren. Ketiga, memberikan dukungan rapid test atau SWAB test serta dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan. (win)