Himbau Warga Sholat Idul Adha di Rumah Masing - Masing

Jumat, 24 Juli 2020 | 13:42       Dibaca 566 kali


Samarinda (Humas-Kemenag) - Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1441 H tepat jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020 nanti. Saat hari raya yang jatuh pada 10 Zulhijah ini, umat Islam biasanya melaksanakan Salat Idul Adha hingga penyembelihan hewan kurban yang akan dibagikan kepada warga.

Namun, kegiatan tersebut akan membuat kerumunan sehingga dinilai cukup rawan karena berpotensi terjadinya penularan dan penyebaran pandemi. Mengingat Samarinda sendiri kini masuk dalam tahap zona merah dengan fase kedua epidemilogi. Hingga sekarang jumlah pasien terus bertambah setiap harinya. Terhitung sejak Kamis kemarin sudah ada 104 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak per 9 Juli kemarin dengan angka kematian mencapai 9 orang

Melihat kondisi tadi, Pemkot Samarinda bersama Majelis Ulama Indonesia, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama Kota Samarinda Beserta Dewan Masjid dan unsur organisasi Islam seperti Nahdatul Ulama dan Muhamadiyah kota Samarinda telah mengeluarkan surat himbauan bersama agar umat muslim Kota Tepian bisa menyelenggarakan Salat Idul Adha dirumah masing-masing.

Kepala Kantor Kementrian Agama, H. Masdar Amin mengutarakan surat himbauan ini dikeluarkan berdasarkan hasil rapat bersama antara Pemkot, Kemenag, Dinas Kesehatan, MUI Samarinda, DMI, NU dan Muhammadiyah dimana point pertama yang dihasilkan menghimbau agar Salat Ied kalau bisa cukup dilaksanakan dirumah masing-masing.

“Hasil ini dikeluarkan berdasarkan melihat kondisi penyebaran virus corona di Samarinda yang semakin masif, sehingga penting rasanya pemerintah mengambil langkah antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini dengan menggelar solat Idul Adha nanti dirumah masing-masing,” kata Kepala Kemenag, Jumat (24/7).

Sedangkan mengenai pelaksanaan qurban sendiri, ia menyarankan agar pengurus masjid untuk membatasi jumlah panitia pelaksana saat melakukan kegiatan dilapangan. Termasuk masalah pendistribusian daging nantinya bisa dilakukan panitia dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang berhak menerima daging.

“Tapi intinya semua dilakukan dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19, jangan ada kerumunan tetap pakai masker dan selalu cuci tangan,” tutupnya. (Han)