Kemenag Hadiri RDP Bersama Komisi I DPRD Kota Bontang

Kamis, 30 Juli 2020 | 17:04       Dibaca 124 kali

Suasana RDP di Kantor DPRD Kota Bontang

Bontang (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang H. Muhammad Isnaini didampingi Pengawas Fungsional RA/Madrasah Ismail Mursalin dan Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ikhlas Hj. Kamiyati, Selasa (28/7) lalu menghadiri undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD dengan dihadiri 5 anggota yaitu Bakhtiar Wakkang, H. Rusli, H. Maming, Raking, dan Abdul Haris selaku pimpinan rapat.

Dalam pengantarnya H. Muhammad Isnaini menyampaikan bahwa saat ini proses perubahan MTs Al Ikhlas dari swasta menjadi negeri sudah berlangsung lama. "Kendala utama yang menjadi lambatnya proses adalah status tanah lokasi MTs yang saat ini masih pinjam pakai. Walikota sebenarnya sudah menghibahkan tanah tersebut kepada MTs namun prosesnya masih terhenti di BPN Bontang. Harapannya dari DPRD bisa ikut mendukung dan mengawal sampai selesai hingga bisa dilanjutkan ke proses penegrian," jelasnya.

Kepala MTs Al Ikhlas juga menambahkan hal yang mendorong agar proses perubahan status bisa segera terwujud adalah respon dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan kenapa statusnya masih swasta belum menjadi negeri. Namun pihaknya merespon melalui program unggulan yaitu kelas model dimana menjadi bukti bahwa meskipun statusnya masih swasta namun bisa menghasilkan lulusan terbaik dan mampu bersaing dengan sekolah umum.

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi I memberikan solusi agar kedepan bisa segera membentuk Pokja (Kelompok Kerja) yang akan melibatkan pihak-pihak terkait dan berkompeten untuk mengawal dan mempercepat proses penegerian dari MTs Al Ikhlas. "Harus ada langkah konkret dan target pasti dalam menyelesaikan masalah ini. Tidak bisa jika hanya melalui rapat saja. Apa yang menjadi kendala harus segera diselesaikan bersama-sama sehingga prosesnya tidak berlarut-larut. Perlu komitmen dari semua pihak untuk mendukung agar apa yang kita inginkan bersama bisa segera terwujud demi kemajuan pendidikan di kota yang kita cintai ini," sebut Bakhtiar dalam tanggapannya.

Terakhir diputuskan Anggota Komisi I akan segera memanggil pihak-pihak yang berkompeten dalam masalah ini dan membentuk Pokja untuk mengawal dan mendukung percepatan proses penegerian MTs Al Ikhlas. Sementara itu dari Kemenag dan MTs Al Ikhlas nantinya juga bersama MAN Bontang akan mencoba berkomunikasi kembali dengan pihak BPN agar proses hibah bisa dipercepat. (scl)