Perkuat Pembelajaran Daring, MTsN 1 Balikpapan Gelar Seminar Pendidikan Madrasah

Jumat, 31 Juli 2020 | 08:47       Dibaca 27 kali

Pelaksanaan Seminar Pendidikan Madrasah dan Penyerahan cindramata kepada bapak H. Alfi Taufik

Balikpapan (Madrasah) - Guna meningkatkan wawasan dan keilmuan guru di MTsN 1 Balikpapan dalam hal penggunaan Teknologi Informasi, MTs Negeri 1 Balikpapan melaksanakan Seminar pendidikan madrasah yang djlaksanakan pada tanggal 30 Juli 2020 bertempat di MTs Negeri 1 Balikpapan yang bertemakan “Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi, Research dan Karakter di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Balikpapan”, dengan menghadirkan narasumber Bapak Drs. H. Alfi Taufik, MM., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan dan juga Bapak DR. Drs. H. Sartono, MM., CHt., selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama kota Balikpapan. Dalam kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Ibu Sinta Ningsih, SEI., selaku Kasi Penmad dan ibu Nanik Mutiani selaku pengawas Madrasah.

Ibu Roihanun, BA., S. Pd., selaku Kepala MTs Negeri 1 Balikpapan dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa peranan teknologi informasi bagi guru madrasah adalah sangat penting dalam rangka meningkatkan dan memudahkan pemahaman sains keilmuan dan keimanan peserta didik. Kegiatan ini di latar belakangi oleh kondisi zaman yang menuntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi terutama dimasa pandemi, dituntut untuk bisa menguasai berbagai aplikasi demi menunjang kegiatan pembelajaran. Selain itu, ibu Roihanun juga menambahkan bahwa, sebagai tenaga pendidik, harus bisa membuka wawasan dan tidak selalu berada di zona nyaman. Selain itu, beliau mengharapkan bahwa seluruh tenaga pendidik harus menyiapkan diri terkait dengan wacana menjadikan MTs Negeri 1 Balikpapan sebagai madrasah riset.

Bapak Drs. H. Alfi Taufik, MM., sebagai kepala kantor kementerian Agama Kota Balikpapan dalam menyampaikan materinya, mengangkat judul “Peran Teknologi Informasi Research & Pendidikan Karakter dalam menyiapkan Peserta didik di Era Milenial". Pada paparannya, Bapak Alfi Taufik menyampaikan bahwa guru yang kreatif tidak mengajar secara tekstual & hanya berpaku pada buku paket, tapi perlu memperkaya keilmuan dengan berbagai literasi. Selain itu, peran IT dalam pembelajaran dapat dijadikan infrastuktur pembelajaran, sebagai sumber bahan ajar,  sumber informasi penelitian serta sebagai media pembelajaran online, ujarnya.

Bapak DR. Drs. H. Sartono, MM. CHt., selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan juga ikut menyampaikan materinya. Mengangkat tema tentang “Ayo meneliti, Gunakan IT dan Bentuk Karakter”. Bapak Sartono menyampaikan bahwa pelaksanaan riset di madrash oleh guru sebenarnya adalah hal yang sangat mudah. Yang dibutuhkan pertama adalah mencari masalah (suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan), kemudian masalah yang ditemukan dibuat dalam suatu rumusan masalah dengan menyebutkan faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya masalah dan solusi pemecahannya dengan menggunakan bebrapa metode penelitian antara lain studi kasus (case study / kualitatif). Sebagai implementasi seminar, Bapak Sartono meminta kepada peserta untuk membuat judul riset yang akan diajukan sebagai proposal penelitian masing-masing sebanyak 2 judul untuk setiap guru mapel.

Kegiatan seminar pendidikan madrasah diikuti dengan penuh antusias oleh peserta yang berjumlah sekitar 25 orang. Walaupun demikian, pelaksanaan seminar pendidikan madrasah dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak duduk antar setiap peserta.

Sebagai penutup dari kegiatan seminar tersebut, diselingi pula dengan acara salam perpisahan kepada Bapak Alfi Taufik yang telah memasuki masa pensiun. Bekiau menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, dan meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila selama menjabat banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dirasa menyulitkan. Semoga setelah pensiun ini, jalinan tali silaturahmi tetap terjalin dan tak lupa saling bertegur sapa jika suatu saat bertemu dikesempatan yang lain, pungkasnya menutup sambutan perpisahannya. (DA)