MGMP PAI Gelar Pertemuan, Kakankemenag Beri Sambutan

Kamis, 06 Agustus 2020 | 15:40       Dibaca 171 kali

Sambutan dari Kakankemenag saat membuka pertemuan MGMP PAI

Bontang (Humas) - Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI), Rabu (5/8) kemarin menggelar pertemuan di PAUD Al Ikhwan Jalan Selat Selayar I Kelurahan Tanjung Laut Bontang Selatan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang H. Muhammad Isnaini didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam Sultani dan Pengawas Fungsional PAI jenjang SMP, SMA/SMK Hj. Norhidayah serta pengurus MGMP PAI yang baru dibentuk.

Dalam laporannya H. Muhammad Solikhin menyampaikan bahwa saat ini susunan kepengurusan MGMP PAI SMP sudah berganti dengan yang baru dengan masa bakti 2020-2022 sesuai hasil rapat sebelumnya. Di Pengurus inti ketua tetap dijabat oleh dirinya sendiri dibantu oleh Suryati selaku wakil, Abdul Rozak sebagai sekretaris, dan bendahara diamanahkan kepada Yuniarti serta beberapa koordinator bidang. "Pengurus akan segera mengadakan pertemuan guna membahas program yang akan dijalankan selama satu tahun kedepan dalam upaya mengembangkan organisasi dan meningkatkan kompetensi anggotanya," jelasnya.

Sementara itu, Kakankemenag mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dan berpesan agar segera menyiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk pelantikan nanti. "Siapapun yang dipilih sebagai pimpinan ataupun anggota pengurus merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik. Tentunya dalam menjalankan program-programnya kedepan nanti agar tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini," pesannya.

"Berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar pemerintah sudah mengeluarkan edaran untuk tetap dilaksanakan secara jarak jauh atau daring. Aturannya juga sudah jelas dan wajib untuk diikuti selama kegiatan belajar mengajar disekolah oleh penyelenggara pendidikan termasuk guru. Gunakan aplikasi yang mudah untuk diikuti siswa sehingga materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Intinya proses belajar mengajar jangan sampai terhenti meskipun kondisi kita masih ditengah pandemi seperti sekarang ini," tambahnya.

Lebih lanjut, dijelaskan memang ada kendala-kendala yang dihadapi dengan sistem pendidikan jarak jauh namun menjadi tugas kita bersama agar semua siswa bisa mengikutinya dengan baik. "Prinsipnya adalah harus sering melakukan komunikasi dengan siswa dan orang tua atau wali murid untuk mengetahui apakah ada kendala yang dihadapi selama mengikuti pelajaran jarak jauh untuk segera dicarikan solusinya," pungkasnya. (scl)