CJH di Kecamatan Waru Siap Ikuti Praktik Manasik Via Zoom

Minggu, 09 Agustus 2020 | 06:07       Dibaca 138 kali


Penajam Paser Utara (Humas) - Setelah hari Jum'at melakukan sosialisasi cara menggunakan aplikasi Zoom Meeting bagi jemaah calon haji Kecamatan Penajam, hari ini Sabtu (8/8) giliran Kecamatan Waru menerima sosialisasi yang digelar di kantor KUA Kecamatan Waru. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan peserta diwajibkan mengenakan masker, cuci tangan sebelum memasuki ruang pertemuan serta menjaga jarak.

Kasi PHU Hj. Jumaisyah menyebutkan kegiatan ini selain untuk bersilaturrahim juga untuk menyampaikan atau mensosialisasikan manasik haji secara online kepada calon jemaah haji yang praktik manasiknya akan dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum'at (13-14/8). Oleh karenanya dengan pertemuan ini diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan peserta manasik dalam menggunakan aplikasi zoom. Hal ini juga dilakukan bertujuan agar ketika dilaksanakan kegiatan manasik haji oleh Kantor Kemenag Penajam Paser Utara jemaah haji sudah siap mengikuti dan tidak menemui kesulitan didalam mengoperasikan aplikasi zoom di smartphonenya.

Hj. Jumaisyah katakan bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah agar tidak melakukan pertemuan yang mengumpulkan banyak orang, maka dengan mengadakan bimbingan manasik secara daring diharapkan menjadi bekal yang cukup bagi calon jemaah haji ke Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Penajam Paser Utara yang diwakili Kasubbag Tata Usaha H. Muzakir menjelaskan terkait dengan kondisi pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji, ini bertujuan untuk menjaga keselamatan jiwa jemaah haji Indonesia. Karena keselamatan jiwa lebih utama daripada pelaksanaan ibadah haji itu sendiri.

"Dalam agama melindungi diri lebih diutamakan. Tentu bagi calon haji momen berangkat ke Tanah Suci sangat diharapkan, dan bukan hanya negara kita saja namun negara lainpun melakukan hal sama tidak memberangkatkan jemaah hajinya, sedangkan yang bisa melaksanakan haji hanya sebanyak sepuluh ribu jemaah saja yang diperbolehkan oleh pihak Arab Saudi. Yang mereka memang telah tinggal di Arab Saudi. Sementara dari Indonesia hanya ada 14 orang perwakilan dari sepuluh ribu tersebut," jelas H. Muzakir.

Ia mengajak para jemaah agar banyak berdoa, bersabar dan semoga wabah pandemi di tahun depan segera berakhir. Dan rangkaian pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan normal kembali seperti biasa. Ini juga merupakan permasalahan bagi pemerintah kita dimana ada kurang lebih tiga juta calon haji diseluruh Indonesia yang antri untuk diberangkatkan. Dan otomatis penundaan ini menjadikan jemaah mundur setahun.

Ia pun menambahkan, pemerintah terkait persiapan haji ini telah benar-benar menyiapkan segalanya namun siapa sangka terjadi penundaan ini diakibatkan terjadinya penyebaran wabah Covid-19 yang mendunia. "Pelaksanaan haji ini mengikuti aturan karena kita masuk ke negara lain harus tunduk kepada aturan negara tersebut," katanya sembari memberikan semangat kepada jemaah calon haji untuk menerima kenyataan dengan lapang dada, sabar dan banyak berdoa. Dan penundaan ini ada hikmahnya dimana waktu belajar manasik haji menjadi semakin panjang waktunya sehingga ilmunya pun semakin banyak dan mantap.

Setelah mendengarkan arahan-arahan jemaah calon haji langsung dipandu mempraktekkan tata cara penggunaan aplikasi Zoom Meeting di smartphone masing-masing. Meski kebanyakan jemaah ini adalah para orangtua yang hampir tidak pernah mengetahui aplikasi tersebut, namun semangat untuk mengetahui apa dan bagaimana cara menggunakannya patut diapresiasi. (bud)