Pesan Kakanwil Dalam Pengembangan Madrasah di MTs Al Ikhlas Bontang

Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:48       Dibaca 212 kali

Penjelasan dari Kakanwil terkait 5 hal penting yang harus untuk pengembangan madrasah

Bontang (Humas) - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ikhlas Bontang, Kamis (13/8) siang tadi menggelar kegiatan Brainstorming Pengembangan madrasah dengan mengundang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur H. Sofyan Noor sebagai narasumber. Turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kaltim H. Mohlis, Kepala Bidang Penmad H. Hakimin, Kepala Kankemenag Kota Bontang H. Muhammad Isnaini, Kepala Seksi Pendis Sultani dan Guru MTs Al Ikhlas.

"Saat ini MTs Al Ikhlas memiliki tenaga pendidik 27 orang dimana 11 diantaranya adalah ASN Kemenag. Sebagai salah satu madrasah swasta butuh pengembangan dan beberapa perubahan yang signifikan agar bisa bersaing dengan sekolah umum. Melalui program unggulan yaitu kelas model MTs Al Ikhlas mencoba menawarkan pendidikan yang fokus pada penguasaan 3 bahasan dan tahfidz qur'an. Alhamdulillah dari semenjak dibuka hingga tahun ini dengan beberapa perbaikan bisa menarik minat orang tua bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan," sebut Hj Kamiyati dalam laporannya.

Sementara itu, berkaitan dengan pengembangan madrasah H. Sofyan Noor menyampaikan 5 ciri yang harus dimiliki jika madrasah ingin maju. Pertama adalah memiliki guru yang berkualitas sesuai dengan bidangnya dan bisa menjadi contoh atau tauladan bagi siswanya. "Guru harus bisa meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan formal maupun informal. Tidak hanya ilmu berkaitan dengan mata pelajaran yang diampunya tetapi juga pemahaman keagamaannya," jelasnya.

"Kedua adalah kualitas lulusannya dengan tolak ukur jumlah berapa yang terserap masuk ke sekolah favorit. Guru berperan penting dengan memberikan nilai harus secara realitas bukan berdasar perasaan. Dengan begitu siswa diajarkan tentang kejujuran dan berkompetisi sebagai pembelajaran bagi anak-anak kita. Sarana dan prasarana yang cukup merupakan ciri ketiga dimana madrasah harus memiliki ruang belajar yang memadai sebagai tempat belajar mengajar," tambahnya.

Lebih lanjut, ciri keempat adalah kurikulum yang diterapkan harus benar-benar dikuasai. Dirinya mencontohkan jika ingin siswa menguasai Bahasa Inggris maka setiap pertemuan harus diawali dengan bahasa yang sama untuk melatih siswa agar terbiasa. Inovasi dibutuhkan dalam penerapan kurikulum untuk memberikan sesuatu yang baru kepada siswa agar tidak merasa bosan meskipun materinya sama.

Terakhir adalah lokasi yang memadai mencakup kenyamanan, keindahan, keamanan, dan sarana yang dimiliki. Jika madrasah bisa menyediakan 5 hal tersebut bukan tidak mungkin bisa memenangkan persaingan dengan sekolah umum. Intinya adalah dalam hal memberikan pendidikan kepada anak melalui jalur formal harus didasari dengan niat yang ikhlas dalam rangka mewujudkan madrasah hebat bermartabat. (scl)