Siswa MTsN Samarinda Raih Prestasi di AKAR SMADA dan DAI 2020

Kamis, 17 September 2020 | 10:38       Dibaca 70 kali


Samarinda (Madrasah) – “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Akira Muhammad Riano, siswa Kelas 8 MTs Negeri Samarinda ini kembali mengukir prestasi yang mengharumkan nama sekolah. Ada 2 prestasi yang ditorehkan. Pertama adalah Juara 1 Lomba SPRING (Spirit in Writing), yaitu lomba menulis cerita pendek yang tahun ini mengusung tema “Grateful Peacefully”. Cerita yang ditulis Akira adalah cerita tentang keluarga yang bertahan dalam keterbatasan bencana banjir dan pandemi Covid-19, yang berjudul “Kulihat Permata di Rumah”, sebuah cerpen 7 halaman dengan narasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Lomba SPRING merupakan salah satu cabang lomba event AKAR SMADA yang ini diadakan oleh SMA Negeri 2 Depok.  AKAR SMADA atau Ajang Kreasi Rakyat SMADA merupakan event yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Depok dalam rangka merayakan hari ulang tahun SMA Negeri 2 Depok. Kegiatan AKAR SMADA ini diadakan tiap tahun, namun karena masih di tengah pandemi Covid-19, maka kegiatan berupa pentas seni, talkshow dan lomba-lomba sebagian dilakukan secara online.

Selain SPRING, lomba lain yang diadakan adalah SMADA Photography Competition and SMADA Short Movie Competition (SMATOSMART), Japan Korea Fun Festival (JKFF), Creative Graphic Design Competition (CRAYON), Gede Islamic Competition (GIC), dan SMADA English Festival (SMASHFEST)

Hasil lomba yang diraih sangat membanggakan. Sebagaimana disebutkan di awal, Juara 1 diraih oleh siswa Kelas 8 MTs Negeri Samarinda, Akira Muhammad Riano dengan judul cerpen “Kulihat Permata di Rumah”. Juara 2 dan 3 masing-masing diraih oleh Tri Handayani dari SMAN 2 Depok dan Faizah Amaliyah B dari An Najm Islamic School Depok.

Prestasi kedua adalah Harapan 2 Lomba Da’i Anak Indonesia 2020 yang diselenggarakan oleh Anak Hebat Indonesia (generasihebatindonesia.com) bekerja sama dengan ILS Center. Lomba dibagi 2 kategori yaitu kategori usia 4-9 tahun dan 10-15 tahun, dan menjaring peserta secara nasional dari seluruh Indonesia.

Seleksi dimulai dari bulan April 2020 diikuti oleh lebih dari 200 peserta untuk masing-masing kategori. Peserta terjauh berasal dari sekolah Indonesia di Makkah dan Madinah 40 orang yang terbagi pada kedua kategori. Pada babak pertama, peserta diminta berceramah sesuai topik yang ditentukan panitia dan mengirimkan videonya.

Setelah seleksi awal, babak Final terdiri dari 25 peserta di kategori usia 4-9 tahun, dan 52 peserta di kategori 10-15 tahun. Pada babak ini, finalis wajib berceramah di depan jama'ah dalam sebuah majelis, dan mendokumentasikan penampilannya. Video dokumentasi ini yang kemudian dinilai oleh juri yang terdiri dari Ustadz H. Abdul Halim Syihab, LC, MA., Ustadz H. Ahmad Najihan Maududi, S.Si, MA dan Ustadz Dodik Susanto, S.IP.

Selamat Akira untuk presta yang membanggakan madrasah. Tetaplah berprestasi, tetaplah menginspirasi.@(AJ/WS)