Enam Poin Arahan Menag pada Silaturahmi dengan Kakanwil di Padang

Minggu, 15 November 2020 | 17:27       Dibaca 183 kali

#MTQ2020 #SilaturahmiKakanwil

Padang (Humas Kanwil) - Disela kegiatan MTQ Nasional tahun 2020 di Padang Sumatera Barat, Menteri Agama RI Jenderal (Purn.) Fachrul Razi menyempatkan kegiatan silaturahmi dengan Kakanwil Kementerian Agama se-Indonesia, bertempat di Ballroom Hotel Grand Inna pada hari Minggu (15/11). Kegiatan ini di moderasi oleh H. Hendri selaku Kepala Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Barat. Hadir pula Kakanwil Kemenag Kaltim H. Masrawan dalam acara tersebut.

Terdapat 6 (enam) poin didalam arahan beliau, pertama: Kewaspadaan Cluster Covid-19 di lingkungan Kementerian Agama, kedua: penguatan kompetensi umat, ketiga: layanan produk halal, keempat: pelaksanaan penyerapan anggaran, kelima: prioritas program moderasi beragama, keenam: percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

Pertama; Menag meminta Kakanwil untuk turun kebawah memonitor secara ketat pelaksanaan protokol kesehatan khususnya pada Madrasah yang berasrama dan Pondok Pesantren, beliau tidak menginginkan ada kejadian pada anak-anak kita terjangkit virus Corona, serta menghindari cluster baru.

Kedua; terkait dengan kompetensi umat, Menag meminta agar para penceramah diberikan wawasan tambahan, seperti nasionalisme, ketahanan dan keamanan negara. Selain itu, ada program kerjasama dengan negara Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun masjid sekelas Grand Masque yang ada di Abu-Dhabi.

Menag menceritakan bahwa Speaker di Grand Masque hanya digunakan untuk Adzan dan di relay ke seluruh gedung yang ada di kota tersebut. Hal yang penting adalah orang yang ditunjuk untuk melantunkan adzan bukan orang yang sembarangan namun memiliki suara yang indah. Grand Masque terbuka oleh non-muslim untuk berkunjung dan dipandu oleh guide yang fasih dalam berbahasa inggris, selain menjelaskan kemegahan bangunan namun juga menjelaskan tentang kebesaran ajaran Islam yang sejuk, penuh toleransi dan damai.

Ketiga; terkait layanan Produk Halal, Fachrul Razi menyinggung banyak urusan sertifikat Halal tidak selesai-selesai, padahal potensi sangat besar, beliau meminta agar ada kepastian waktu dan kejelasan harga. Menag meminta agar waktu dan harga layanan produk halal dapat dibandingkan dengan pesaing negara tetangga dalam layanan yang sama.

Foto atas : Menteri Agama Jend.(Purn) Fachrul Razi (depan) dalam acara silaturahmi dengan Kakanwil Kemenag se-Indonesia di Ballroom hotel Gran-Inna Padang, Sumatera Barat.

Keempat; Terkait pelaksanaan penyerapan anggaran: Menag melihat bahawa pada awal November 2020 serapan anggaran hanya 76,28% yang seharusnya sudah mencapai 80%, "Tolong diwaspdai, bahwa ekonomi bisa anjlok karena Covid-19", Menag menjelaskan jika uang tertahan di Bank saja maka tidak jatuh ke masyarakat, serapan rendah maka ekonomi terganggu. Oleh karenanya, Menag meminta disisa satu setengah bulan untuk meningkatkan serapan sesuai program.

Kelima; Prioritas program moderasi beragama, Menag meminta Kakanwil agar tidak berhenti bicara moderasi beragama, ini adalah program prioritas pada RPJMN pada bidang agama. "Yang dimoderasi ada cara kita beragama, bukan ajaran agamanya", jelasnya. Apabila ada terjadi persinggungan maka akan ada "penumpang gelap" masuk, penting untuk mengutamakan musyawarah dibandingkan pendekatan hukum yang kaku.

Keenam; percepatan pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Menag menjelaskan tentang program yang dicanangkan Kementerian Agama yaitu 'Kita Cinta Papua', ini adalah program yang memperhatikan pendidikan khususnya bidang pendidikan agama di tanah Papua, "Masyarakat disana memprihatinkan karena tidak bisa bersekolah hingga kelas satu SMP", ungkap Menag. Oleh karenya, sudah terdapat 120 anak papua yang mendapatkan beasiswa di 7 (tujuh) sekolah beragama. Selain pendidikan agama, rumah ibadah juga menjadi perhatian untuk dibangun. Ini merupakan cara kita untuk membuat masyarakat Papua di pegunungan mau turun dan kembali ke Indonesia. (zky)