Tiga Pesan Gubernur pada Raker Kemenag Kaltim

Selasa, 26 Januari 2021 | 16:43       Dibaca 300 kali


Samarinda (Humas Kanwil) – Bertempat di Hotel Mercure, Jl. Mulawarman No. 171, Kota Samarinda, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur melalui Sub Bagian Perencanaan, Data, dan Informasi menggelar kegiatan Rapat Kerja Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (26/01).

Kegiatan itu dihadiri sekaligus dibuka oleh Gubernur Kaltim H. Isran Noor bersama Kakanwil Kemenag Kaltim H. Masrawan. Turut hadir pula Kakanwil DJPB Kaltim Midden Sihombing, Kadisdik Kaltim Anwar Sanusi, pejabat eselon II dan III dilingkup Kanwil yang berjumlah 10 orang, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Kaltim 10 orang, Kepala Madrasah Negeri MAN, MTsN, dan MIN se-Kaltim 38 orang, pejabat eselon IV dan pejabat fungsional 12 orang.

Dalam sambutannya H. Isran Noor mengungkapkan, sangat mendukung dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan rapat kerja Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021 selama satu hari ini. “Mudah-mudahan dapat diikuti dengan sungguh-sungguh dan juga seksama untuk bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai,” sebutnya.

Tiga pesan yang disampaikan Gubernur menjadi poin penting bagi jajaran Kanwil Kemenag Kaltim. Pertama, diharapkan pelayanan manajemen birokrasi yang semakin mudah dan andal. Kemudian, bagaimana penguatan ukhuwah moderasi  beragama dan ketiga membangun penguatan ukhuwah wathaniyah atau saudara sebangsa dan tanah air walaupun tak seagama dan suku.

"Semua itu yang terpenting dalam rapat ini. Karena itu, harus dipikirkan bersama-sama. Artinya, ketika menjalankan tugas harus ada aturan dan pedomannya," kata H. Isran Noor.

Menurut Isran, apabila tiga poin tersebut dapat diatur dengan baik, maka akan mudah jajaran Kanwil Kemenag Kaltim melaksanakan program kerja.

Bahkan, mengenai ukhuwah moderasi beragama diperlukan seni dalam menjalankan. Karena, implementasinya adalah membangun akhlak.

"Jika itu terbangun dengan baik, kami yakin kemajuan bangsa akan bisa diwujudkan," jelasnya.

Sementara itu, H. Masrawan juga menyambut hangat disertai ucapan terima kasih dalam acara Rapat Kerja Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur ini yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan. “Pertemuan ini sungguh merupakan wadah strategis bagi pimpinan satker di daerah dalam rangka memulai langkah diawal tahun, untuk memikirkan dan melaksanakan target-target kinerja di semua eselon berdasarkan rencana strategis yang sudah ada,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan panitia, memang tujuan dari kegiatan ini adalah selain guna mempererat silaturahmi, juga untuk menyamakan persepsi dan pandangan tentang pelaksanaaan program dan anggaran sebagai turunan implementasi rencana strategis Kementerian Agama RI pada tahun 2020-2024.

Lanjutnya di tambahkan,semoga dengan bertemunya kita disini dapat menumbuhkan keharmonisan hubungan baik dan bisa memberikan serta melaksanakan tugas pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kaltim.

Senada dengan Gubernur Kaltim, ia menyampaikan dalam rapat kerja itu ada 3 implementasi yang menjadi perhatian. Pertama, bagaimana manajemen pelayanan dan tata Kelola birokrasi dari waktu ke waktu yang harus semakin baik,di dalamnya termasuk pendidikan agama dan keagamaan dan juga pelayanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Kedua, penguatan moderasi beragama, penekanan moderasi beragama pada penguatan literasi keagaamaan,budaya toleransi dan nilai-nilai kebangsaan. Ketiga, rasa persaudaraan yang meliputi merawat persaudaraan antra umat beragama dan cinta tanah air pada persaudaraan kemanusian.

Pada kesempatan yang sama juga digelar penyerahan secara simbolis bantuan dana dari Kementerian Agama yang di serahkan oleh Gubernur Kaltim yaitu berupa bantuan insentif untuk 74 orang guru PAI Non PNS dengan per orang mendapatkan Rp. 750.000, dengan total bantuan Rp 55.500.000, selain itu juga bantuan berupa subsidi upah guru (BSU) untuk 816 orang guru PAI Non Pns, dimana per orang menerima Rp 1.800.000, dengan total bantuan Rp 1.468.800.000. Kemudian ada juga dari Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Disdikbud Kaltim berupa bantuan kuota belajar dalam bentuk kartu seluler kepada santri ponpes selama 3 bulan se-Kaltim, di berikan untuk 31.471 Santri, per orang mendapatkan Rp 174.000. Adapun total bantuan ini mencapai Rp 5.475.954.000.

Kakanwil harap semoga dengan adanya kegiatan Rapat Kerja Kementerian Agama Provinsi Kaltim bisa memberikan kebaikan bersama dan bisa membuat jajarannya terus bersinergi, tetap semangat dan kerja lebih baik untuk membawa pelayanan serta kebaikan umat bangsa dan negara Indonesia baik untuk Kaltim dan Indonesia. (win)