Kakankemenag dan Kasi Bimas Islam Pantau Penerapan PPKM di KUA

Minggu, 07 Pebruari 2021 | 14:10       Dibaca 95 kali

Pemantauan pelaksanaan akad nikah di KUA Bontang Utara

Bontang (Humas) - Pelaksanaan edaran Walikota Bontang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kantor Urusan Agama (KUA) 3 kacamatan, Minggu (7/2) pagi tadi, dipantau langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Bontang H Muhammad Isnaini bersama Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Sultani.

Pemantauan prosesi akad nikah yang dilakukan di Balai Nikah KUA Kecamatan Bontang Utara dalah untuk melihat apakah aturan PPKM sudah benar-benar diterapkan atau tidak. "Sesuai hasil rapat Tim Satgas Covid-19 ada beberapa aturan tambahan yang harus dipatuhi bagi masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan khususnya dalam masa Kaltim Silent. Hasilnya sementara untuk di KUA Bontang Utara aturan tersebut sudah diterapkan kepada pasangan yang akan menikah," sebut Kakankemenag.

"Beberapa aturan yang harus dipatuhi adalah jumlah orang yang mendampingi saat prosesi akad dalam ruang balai nikah dibatasi maksimal 10 orang. Selain jumlah orangnya, waktu prosesi juga kami batasi maksimal 2 jam. Sudah kami tegaskan kepada pasangan Catin jika aturan tersebut tidak dipatuhi maka pelayanan tidak akan kami berikan. Acara resepsi pernikahan juga tidak diperbolehkan dalam masa Kaltim Silent," tambahnya.

Pemantauan juga dilakukan di KUA Kecamatan Bontang Selatan oleh tim gabungan TNI dan POLRI di hari kedua Kaltim Silent. Ketegasan pemerintah untuk menekan jumlah yang terpapar Covid-19 benar-benar dilakukan dimana petugas tidak segan-segan memberi sanksi kepada masyarakat yang melanggar.

"Tentunya apa yang sedang diupayakan oleh pemerintah saat ini adalah untuk kebaikan masyarakat juga. Kami juga selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan 5M dalam aktifitas sehari-hari. Jangan lupa untuk selalu mendo'akan masa Pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir dan kita semua bisa beraktifitas secara normal kembali," tutup H Muhammad Isnaini. (sch)

Kontributor : Syamsul Chaidir
Editor : Windy Adi Rumawan