Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Diminta Tingkatkan Ajaran Moderat

Selasa, 06 April 2021 | 08:07       Dibaca 140 kali


Samarinda (Humas Kanwil) – Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur H. Mohlis, mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, pada Minggu tanggal 28 Maret 2021. Hal itu diungkapkan pada pembukaan kegiatan Kampanye dan Publikasi Kerukunan di Hotel Grand Sawit Samarinda, Jum’at (02/04).

“Apapun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan karena agama apapun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia meminta kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat.

“Toleransi sangat dibutuhkan bukan sebatas dalam agamanya sendiri, tetapi juga merangkul agama lain dengan meyampingkan kepentingan golongannya maupun diri sendiri,” ucap H. Mohlis menambahkan.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan semacam ini, sebagai salah satu bentuk pembinaan bagi para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Salah satu tujuan Kementerian Agama adalah untuk menyatukan umat agar tidak terjadi perpecahan dan mencegah penyebaran paham-paham keagamaan yang intoleran," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini adalah para Kepala Kantor Kementerian Agama se-Kalimantan Timur, jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur, jajaran pengurus Perempuan Lintas Agama (Perlita), perwakilan Pemuda Lintas Agama (Pelita), dan perwakilan pengurus Desa Sadar Kerukunan. (win)

Kontributor : Windy Adi Rumawan
Editor : -